Indonesia-Filipina Perkuat Hubungan Kerja Sama Bilateral di Peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik

Herman - Kamis, 11 Januari 2024 14:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012024/_3691_Indonesia-Filipina-Perkuat-Hubungan-Kerja-Sama-Bilateral-di-Peringatan-75-Tahun-Hubungan-Diplomatik.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Filipina merupakan momentum untuk memperkuat kerja sama konkret kedua negara di berbagai bidang.Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam pernyataan pers bersama dengan Presiden Ferdinand Marcos Jr. di Istana Malacañang, Manila, Filipina, Rabu (10/01/2024).“Di bidang politik dan keamanan kami sepakat memperkuat kerja sama perbatasan dan telah saya sampaikan pentingnya mendorong percepatan revisi border patrol agreement, border crossing agreement, dan penyelesaian batas landas kontinen, serta penguatan kerja sama pertahanan, termasuk alutsista,” ungkap Presiden.Di bidang ekonomi, kedua negara sepakat untuk terus membuka akses pasar sebagai upaya untuk meningkatkan perdagangan kedua negara. Secara khusus, Presiden pun meminta dukungan Filipina terkait tindakan pengamanan terhadap produk kopi Indonesia.“Kami sepakat terus membuka akses pasar dan Indonesia meminta dukungan Filipina terkait dengan special safeguard measure untuk produk kopi Indonesia,” ujarnya.Terkait kerja sama kawasan, Indonesia dan Filipina sepakat untuk memperkuat kesatuan dan sentralitas ASEAN. Presiden menekankan, ASEAN harus terus berpegang pada prinsip hukum internasional.“Kami sepakat pentingnya penguatan kesatuan dan sentralitas ASEAN yang bukan hanya sekadar jargon, serta ASEAN yang harus terus berpegang pada prinsip-prinsip hukum internasional dan menjaga positive force untuk perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran,” ucapnya.Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Filipina kepada badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia untuk membangun penting infrastruktur di negara tersebut. Presiden mendorong agar proyek pengerjaan kereta komuter utara-selatan Filipina yang turut digarap oleh BUMN Indonesia dapat segera terlaksana.“Untuk groundbreaking North-South Commuter Railway Project penting untuk dipercepat,” tandas Presiden.(ril)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Bahas Kerja Sama Bilateral, Kepala Bakamla RI Terima Kunjungan US Naval Attache

Politik & Pemerintahan

65 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Malaysia, Afifi Lubis Sambut Baik Gowes Dua Negara

Politik & Pemerintahan

Presiden Jokowi dan Menteri Energi Arab Saudi Bahas Kerja Sama di Bidang Energi

Politik & Pemerintahan

Bertemu PM Sri Lanka, Presiden Jokowi Tawarkan Kerja Sama Paket Lengkap Kereta Api