Pemprov Sumut Turunkan Angka Kemiskinan melalui Program Mapro

Herman - Jumat, 10 November 2023 13:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112023/_8804_Pemprov-Sumut-Turunkan-Angka-Kemiskinan-melalui-Program-Mapro.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS03

beritasumut.com - Dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Sumatera Utara (Sumut), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut melalui Dinas Sosial melaksanakan program Masyarakat Produktif (Mapro). Yaitu program pemberian bantuan kepada masyarakat yang kurang produktif agar menjadi lebih produktif.Kepala Dinas Sosial Sumut Sri Suriani Purnamawati menyampaikan hal itu saat menghadiri Dialog Pro Aspirasi Sumut dengan tema "Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan" yang diselenggarakan RRI Medan, di Jalan Gatot Subroto Medan, Kamis (09/11/2023).Langkah ini, katanya, juga digagas sebagai bentuk kepedulian Pemprov Sumut untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. "Masyarakat yang awalnya tidak memiliki penghasilan, diberi bantuan sehingga memiliki penghasilan yang bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Program Mapro dikhususkan bagi masyarakat miskin ekstrim," ujar Sri Suriani Purnamawati.Sri Suriani menyebutkan, angka kemiskinan di Sumut pada tahun 2022 mencapai 8,42%. Angka ini merupakan salah satu capaian yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan dalam mengentas kemiskinan."Bahkan Instruksi Presiden pada tahun 2024, menargetkan angka kemiskinan ekstrim itu nol persen. Saat ini angka kemiskinan esktrim di Sumut 1,41%," katanya, yang menjadi narasumber dalam podcast RRI Medan.Kemiskinan ekstrim yang dimaksud adalah tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar. Kemiskinan esktrim inilah yang menjadi sasaran utama dalam melaksanakan program Mapro.Selain program Mapro, Pemprov Sumut juga memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT), sembako, program keluarga harapan, dan jaminan kesehatan, dalam upaya mengurangi angka kemiskinan di daerah ini."Pada tahun 2023 Pemprov Sumut telah memberikan bantuan berupa ternak ayam. Ini sebagai langkah menurunkan kemiskinan ekstrim tadi, sehingga mereka mempunyai penghasilan dan bisa mencukupi kebutuhan sendiri," ujarnya.Pemprov Sumut juga sudah melakukan pemetaan daerah mana saja yang dikategorikan miskin. Di antaranya Batubara, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Nias, Tapanuli Tengah, Gunung Sitoli, Sibolga, Tanjung Balai, dan Samosir.Pengentasan kemiskinan, katanya, adalah salah satu tujuan negara dalam menyejahterakan masyarakat. Sejahtera yang dimaksud adalah dimana kondisi masyarakat bisa memperoleh pendidikan, kesehatan, ekonomi yang bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri."Kesejahteraan itu biasanya diukur melalui indeks pembangunan manusia atau IPM yang di dalamnya mencakup pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi. Saat ini, IPM di Sumut 72,71%. Jadi salah satu penyebab bangsa Indonesia terjajah karena kemiskinan dan kebodohan, sehingga mudah ditindas. Dengan adanya kemerdekaan, segala upaya dari perintis, pejuang, pahlawan, kita bisa menikmati kemerdekaan ini," ujarnya.[br] Sementara itu, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kolonel Czi (Purn) Mardjono merasa saat ini sudah ada perkembangan ke arah yang lebih baik, yang dilakukan Pemprov Sumut dalam mengentaskan kemiskinan.Mardjono mengatakan, berdirinya Negara Kesaturan Republik Indonesia (NKRI) ini dengan tujuan Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Tujuan ini sudah termaktub dalam UUD 1945. Berbicara soal kemiskinan, erat kaitannya dengan adil dan makmur yang mewujudkan kesejahteraan masyarakat umum."Tujuan negara adalah menyejahterakan masyarakat. Yang saya rasakan sekarang sudah mulai ada perubahan. Sejak proklamasi, masyarakat Indonesia itu 100% miskin. Kemudian berganti presiden sampai sekarang, yang saya rasa itu angka kemiskinan itu sudah mulai berkurang. Menurut saya kemiskinan sekarang ini tinggal 15%. Jadi saya yakin kemiskinan ini akan terus berkurang seiring adanya upaya dari pemerintah untuk mewujudkan masyarakat sejahtera," kata Mardjono.(BS03)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

BPS: Kemiskinan di Sumut Turun Sepuluh Kali Lipat

Politik & Pemerintahan

Ketua Komisi VIII DPR RI Beri Apresiasi Berkat Penurunan Kemiskinan Ekstrem di Sumut

Politik & Pemerintahan

Pj Bupati Langkat Temu Ramah dengan Pejuang Veteran

Politik & Pemerintahan

Pj Gubernur Sumut Apresiasi Kompetisi Bola Basket Veteran yang Diikuti Lima Negara

Politik & Pemerintahan

Selesai Dibangun, Walikota Medan: Semoga Gedung LVRI Beri Manfaat Bagi Veteran

Politik & Pemerintahan

Presiden Jokowi Lantik DPP dan Wantimpus Legiun Veteran RI