Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2022 Tentang RTRW Kota Medan

Sekda: Semoga Jadi Dokumen Perencanaan Spasial Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Herman - Selasa, 05 Juli 2022 14:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072022/_3680_Sekda--Semoga-Jadi-Dokumen-Perencanaan-Spasial-Wujudkan-Pembangunan-Berkelanjutan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS07

beritasumut.com -Pemko Medan melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No.1 Tahun 2022 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan tahun 2022-2024 di Hotel Grand Mercure, Senin (04/07/2022). RTRW ini diharapkan dapat menjadi dokumen perencanaan spasial (berkenaan dengan ruang atau tempat) yang dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan di ibukota Provinsi Sumatera Utara.Wali Kota Medan, Bobby Nasution diwakili Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman membuka sosialisasi yang diikuti sebanyak 150 peserta terdiri dari perwakilan dari instansi vertikal Kementerian, Pemerintah Provinsi Sumut, universitas, akademisi, afiliasi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), BUMN serta BUMD.Ada beberapa hal penting yang mendasari eksistensi Perda RTRW Kota Medan ini, jelas Wiriya, pertama yakni Kota Medan dalam konstelasi regional memiliki fungsi strategis mulai dari penetapan sebagai pusat kegiatan nasional dalam RTRW Nasional hingga sebagai pusat kegiatan di kawasan perkotaan inti dalam rencana tata ruang kawasan perkotaan Mebidangro (Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo). Selain itu, lanjut Wiriya, isu penataan ruang di Kota Medan selama ini tendensinya terjadinya ketimpangan wilayah utara-selatan yang dibuktikan dari analisis densitas pusat pelayanan cenderung berada di pusat kota. Padahal secara keruangan, lanjutnya, kawasan utara memiliki potensi untuk dikembangkan dengan lebih baik. Potensi tersebut didukung dengan adanya ketersediaan lahan relatif lebih banyak dibandingkan dengan pusat kota, keberadaan pelabuhan untuk memudahkan sistem logistik dan potensi untuk dikembangkan menjadi Waterfront City."Hal inilah yang melatarbelakangi dilakukannya revisi terhadap Perda Rencana Tata Ruang terdahulu yang sejalan dengan implikasi Undang-Undang Cipta Kerja. Dimana pada aspek penataan ruang merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan investasi dan penciptaan lapangan kerja, salah satunya diakibatkan oleh tumpang tindih dan kompleksnya pengaturan penataan ruang," jelas Wiriya.Menindaklanjuti isu pembangunan berkelanjutan sebagaimana Undang-Undang No 26/2007 tentang Penataan Ruang, kata Wiriya, disebutkan bahwa ruang terbuka hijau publik dan ruang terbuka hijau privat. Dimana proporsi ruang terbuka hijau publik, jelasnya, paling sedikit 20 persen dari luas wilayah kota. Tentunya hal ini, bilang Wiriya, menjadi tantangan bagi Pemko Medan mengingat laju urbanisasi Kota Medan salah satu yang tertinggi di Indonesia dan berdampak terhadap ketersediaan lahan perkotaan."Alokasi RTH cukup terbatas dan telah diupayakan semaksimal mungkin untuk menyediakan RTH Publik dalam Perda ini. Untuk itu kami terus mendorong perwujudannya melalui pembebasan lahan dan serah terima prasarana, sarana dan utilitas perumahan," jelasnya.[br] Terkait itu, imbuh Wiriya, komitmen terhadap pemenuhan RTH juga telah tercantum dalam salah satu misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan tahun 2021 - 2026 yaitu Medan Membangun dengan program unggulan revitalisasi penambahan taman dan hutan kota. Dikatakannya, proses pembebasan lahan dengan fungsi RTH terus dilakukan setiap tahun. “Dalam kurun waktu dua tahun (2019-2021), Pemko Medan telah membebaskan lahan dengan fungsi RTH seluas lebih kurang 3 hektar,” ungkapnya.Diungkapkan Wiriya, RTRW di satu sisi dapat memberikan kemudahan bagi investasi di Kota Medan, namun disisi lain tetap mempertahankan keberlangsungan lingkungan hidup melalui penyediaan RTH, konservasi mangrove, rencana pengendalian banjir, konservasi dan penataan kawasan cagar budaya dan rencana sektoral lainnya."Diharapkan RTRW ini akan lebih sesuai dengan keinginan masyarakat dan lebih menampung dinamika pertumbuhan kota serta lebih mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi kota," harapnya dalam sosialisasi yang menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya Kepala Bappeda Kota Medan, Benny Iskandar, Fungsional Perencana Utama Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Ir. Oswar Mungkasa MURP dan Ketua Umum IAP Indonesia Dr Phill Hendricus Andy Simarmata ST MSi.(BS07)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Pemko Medan akan Tolak Pembangunan Gedung yang Tidak Sesuai Ketentuan Kawasan

Politik & Pemerintahan

Sekdaprov Pimpin Deklarasi Dokumen Final Pengaturan Ruang Perairan Pesisir di Sumut

Politik & Pemerintahan

Pemko Medan Sosialisasikan Perda No 1 Tahun 2022 tentang RTRW Kota Medan Tahun 2022-2042

Politik & Pemerintahan

Pemko Medan dan Pemkab Deli Serdang Tandatangani Kesepakatan Batas Daerah

Politik & Pemerintahan

Lokasi Masuk Kawasan Cagar Budaya, Pemko Medan Bahas Rencana Investor Bangun Gedung 12 Lantai di Jalan Sudirman

Politik & Pemerintahan

Walikota Sampaikan Nota Pengantar Ranperda Tentang Perubahan Perda RTRW