Naik Heli, Bobby Nasution Pantau Mobilitas Warga dan Penerapan PPKM Darurat di Kota Medan

- Kamis, 15 Juli 2021 21:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072021/_1944_Naik-Heli--Bobby-Nasution-Pantau-Mobilitas-Warga-dan-Penerapan-PPKM-Darurat-di-Kota-Medan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com - Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengelilingi Kota Medan dengan helikopter untuk memantau mobilitas warga pada hari keempat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Kamis (15/07/2021). Rombongan Wali Kota didampingi Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko dan Dandim 0201/BS Letkol Inf Agus Setiandar.

Dalam peninjauan penerapan PPKM Darurat, Bobby juga mengecek sejumlah industri, salah satunya PT Industri Karet Deli. Bobby Nasution menyebutkan, hasil pemantauan yang dilakukannya menunjukkan mobilitas warga Medan pada hari keempat PPKM Darurat ini sudah sangat menurun. "Memang tadi ada beberapa titik tidak dilakukan penutupan secara ketat. Namun melihat dari traffic, sudah sangat berkurang," ujarnya.

Bobby menyebutkan, ada sejumlah titik perbatasan yang tidak dilakukan penutupan secara ketat. "Tadi kita juga memantau dari udara ada beberapa titik, khusus di perbatasan, Medan-Binjai dan Medan-Deliserdang," kata Wali Kota Medan usai memantau penerapan PPKM darurat.

Baca Juga : Walikota Medan Tinjau Beberapa Alternatif Tempat Isolasi

Bobby Nasution juga mengimbau seluruh sektor mulai dari esensial, non-esensial hingga kritikal untuk mematuhi aturan PPKM Darurat sebagai upaya menekan angka penyebaran COVID-19. "Tidak ada kelonggaran lagi, sektor non-esensial 100 tutup. Sedangkan yang esensial di Kota Medan itu ada sekitar 1.600 perusahaan agar WFH 50 persen," sebutnya.

[br] Usai memantau mobilitas warga, Bobby Nasution melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Industri Karet Deli di Jalan Yos Sudarso. Dia ingin memastikan pihak perusahaan yang masuk kategori esensial itu benar-benar menerapkan ketentuan 50 persen WFO pada masa PPKM Darurat ini.

Tiba di perusahaan yang memproduksi ban itu, Bobby Nasution, mendatangi salah seorang pekerja. Dia menanyakan, apakah pekerja tersebut masuk bekerja setiap hari. Pekerja tersebut mengiyakan. Mendengar pengakuan pekerja tersebut, pimpinan perusahaan yang mengikuti Bobby Nasution dalam sidak itu beralasan pekerja tersebut mempunyai tugas yang penting sehinggga dia dijadwalkan masuk setiap hari.

Bobby Nasution juga menanyakan kepada pihak perusahaan jumlah keseluruhan karyawan. Pihak perusahaan menyebutkan, jumlah pekerja mereka mencapai 5.300 orang dan yang bekerja pada hari itu hanya separuhnya. Bobby juga menekankan kepada pihak perusahaan agar benar-benar menerapkan ketentuan 50 persen WFO. Artinya, setiap hari dalam masa PPKM Darurat hanya 50 persen dari jumlah seluruh pekerja yang bekerja di kantor.

Baca Juga : Pemko Medan Lepas Segel Mall Centre Point

Dalam sidak itu, Bobby juga meminta beberapa pekerja menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP). STRP ini dapat digunakan pekerja untuk melintasi gerbang-gerbang penyekatan agar bisa sampai ke tempat bekerja. Ternyata, STRP yang ditunjukkan pekerja itu tidak mencantumkan giliran hari kerja pekerja secara tegas. Pencantuman jadwal kerja setiap pekerja ini dinilai penting, agar STRP ini tidak digunakan pekerja untuk melalui penyekatan di saat tidak mendapat giliran WFO.

[br] Supervisor General Appairs PT Industri Karet Deli, Naharuddin AR, mengatakan pihaknya sangat mendukung pemerintah memberlakukan PPKM darurat di Medan. "Jadi kita selama PPKM Darurat ini yang diberlakukan oleh Pemko Medan kita sangat respon agar Covid-19 tidak mewabah ke dunia kerja. Kita upayakan menerapkan prokes ketentuan PPKM Darurat," sebut Naharuddin.

Nahar mengaku pihaknya telah mengurangi jumlah pekerja yang masuk setiap harinya. Dia telah membuat para pekerja masuk secara bergantian. "Aktivitas kita, pekerja kita 5.300-an orang, tetapi kita sekarang ini tinggal 50 persen aja yang kita pekerjakan. Jadi keesokan harinya juga begitu secara bergantian," ujar Naharuddin. (BS09)


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

KADIN Medan Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dukung 5 Pilar Iklim Investasi Pemko Medan

Politik & Pemerintahan

Ketua KADIN Halal Bihalal dengan Ketua DPRD dan Wakil Walikota Medan

Politik & Pemerintahan

Sejarah, Pemanasan Piala Dunia U-17 Digelar di Sumut, Bobby Nasution: Pembuktian Sumut Bisa Gelar Laga Internasional

Politik & Pemerintahan

Walikota Medan Ingatkan Dinas PKPCKTR Soal Perencanaan dan Perawatan Aset

Politik & Pemerintahan

Apel Perdana Pasca Libur Idulfitri, Rico Waas Minta Jajaran Pemko Medan Langsung Bekerja Layani Masyarakat

Politik & Pemerintahan

Mudik Gratis Bareng Pemko Medan, Walikota Lepas 1.969 Pemudik ke 12 Kota Tujuan