Beritasumut.com-Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi meyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Layanan Keuangan Tanpa Kantor (Laku Pandai), yang dalam hal ini akan dikolaborasikan antara Laku Pandai dengan Simpanan Pelajar (Simpel). Dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebing Tinggi Muhammad Dimiyathi SSos MTP, acara yang dilaksanakan di Gedung Hj Sawiyah ini dihadiri Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Zahidin, Kepala Bank Indonesia diwakili Siti Seronita Pritaningrum, Kepala OJK Regional V Sumbagut diwakili oleh Kasubbag Kemitraan OJK Regional V Sumbagut Reza Leonhard, Perwakilan Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Tebing Tinggi, Perwakilan Bank Sumut, Mandiri, BNI dan BRI, Perwakilan OPD Kota Tebing Tinggi, Perwakilan Sekolah SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK se-Kota Tebing Tinggi.
Baca Juga : TPAKD Kelompok Kerja Simpanan Pelajar Serahkan HP kepada Pelajar SMP di Tebing Tinggi
Ketua Panitia Kabag Perekonomian dan Sumber daya Alam Zahidin mengungkapkan jika kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan terobosan baru dalam hal mengakses keuangan.
"Tujuan FGD ini adalah untuk menciptakan terobasan baru yang sinergis antara Laku Pandai untuk mempermudah siswa-siswi kita yang ada di sekolah baik SD, MI, SMP, MTs, SMA ,MA dan SMK manakala nanti sekolah sudah dimulai dengan sistem tatap muka, maka anak-anak kita yg ingin menabung (Simpanan Pelajar) tidak perlu ke Perbankan karena sudah ada Laku Pandai di sekolah masing-masing, dan sekolah juga dapat mengajarkan kebiasaan menabung kepada anak-anak sejak usia dini," ujar Zahidin dilansir dari laman tebingtinggikota.go.id, Minggu (04/04/2021).[br] Sementara itu, Sekda Tebing Tinggi Dimiyathi menjelaskann kegiatan ini merupakan bagian dari sektor kegiatan TPKAD yang berfokus untuk memberikan kemudahan kepada semua lapisan masyarakat dalam hal mengakses keuangan."TPAKD dibentuk supaya akses keuangan bagi masyarakat di semua lapisan mendapatkan kemudahan, jadi bukan hanya Pemda dengan Bank atau dengan rekanan, tetapi semua lapisan masyarakat baik itu pelaku usaha, pelaku UMKM dan pada hari ini kita membuka akses itu kepada pelajar," terang Sekda.Dengan kemudahan ini diharapkan sekolah dapat mengajarkan kebiasaan menabung kepada anak sejak usia dini. Dan dengan didukung oleh sistem digitalisasi maka dapat menghilangkan resiko kesalahan dalam praktik menabung yang dilakukan di sekolah secara biasa (konvensional).
"Hal yang paling utama lagi adalah budaya menabung pada pelajar yang ingin ditumbuhkan dari kegiatan ini. Dan dengan metode dan didukung dengan sistem digitalisasi maka dapat menghilangkan kesalahan ataupun kecurangan yang dapat terjadi," pungkas Sekda.(BS09)