Berdialog dengan Penerima Kartu Prakerja, Presiden: Jangan Berhenti Belajar

Herman - Kamis, 18 Maret 2021 13:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032021/_2521_Berdialog-dengan-Penerima-Kartu-Prakerja--Presiden--Jangan-Berhenti-Belajar.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) bulan Agustus 2020 yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 88,9 persen penerima Kartu Prakerja menyatakan program tersebut meningkatkan keterampilan kerja mereka. Hal tersebut sesuai dengan harapan agar angkatan kerja Indonesia dapat bersaing di era kompetisi global sekarang ini.“Ini yang kita harapkan. Karena dalam zaman yang penuh dengan kompetisi seperti ini kalau keterampilan kita, skill kita tiap hari tidak kita perbaiki, perbaiki, perbaiki, hilang kita. Lho tahu-tahu kok saya kehilangan pekerjaan,” ujar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan arahan kepada penerima Kartu Prakerja di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/03/2021).Peningkatan keterampilan sangat dibutuhkan terutama di era saat perubahan terjadi dengan sangat cepat. Untuk itu, Presiden berpesan agar para penerima Kartu Prakerja terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya.“Jangan berhenti untuk belajar, jangan berhenti untuk meningkatkan skill, meningkatkan keterampilan kita, karena kita ini kejar-kejaran dengan perubahan,” pesannya.Sejak diluncurkan pada April 2020 hingga gelombang ke-14, Kartu Prakerja sangat diminati oleh angkatan kerja di Indonesia, namun masih sedikit yang sudah berkesempatan memperoleh pelatihan.“Tadi disampaikan oleh Pak Menko Perekonomian bahwa yang mendaftar di Kartu Prakerja ini ada kurang lebih 55 juta (orang), tetapi yang ikut di tahun 2020 5,6 juta (orang), dan tahun ini baru 1,8 juta orang. Memang belum tertampung semuanya,” ujar Presiden.Lebih jauh, Kepala Negara menyampaikan, terdapat kurang lebih 1.700 pelatihan yang disiapkan oleh 165 lembaga penyedia. Peserta Kartu Prakerja pun bebas memilih pelatihan yang sesuai dengan minat dan talenta yang dimiliki.

Baca Juga : Gelombang 12 Dibuka, Pemerintah Mulai Program Kartu Prakerja Tahun 2021

Berdasarkan data, terdapat lima pelatihan yang paling banyak diminati, yaitu pelatihan pemasaran secara daring, makanan dan minuman atau food and beverage, teknologi informasi khususnya website, perkantoran, serta kewirausahaan (entrepreneurship). Presiden menilai, pelatihan-pelatihan tersebut memang sangat diperlukan baik dalam dunia kerja maupun dunia usaha.[br] “Saya memulai usaha dulu dari nol juga dimulai dari ikut pelatihan. Ikut pelatihan, dulu seminggu tapi. Kalau ini kan sekarang sudah zamannya zaman digital seperti ini Bapak-Ibu bisa belajar online, itu akan lebih mempercepat,” ujarnya.Ditambahkan Kepala Negara, melalui peningkatan keterampilan dan pengetahuan akan terbuka semakin banyak peluang, baik peluang kerja maupun usaha.“Saya berharap [program Kartu Prakerja] ini nanti akan menjadi sebuah model kita dalam meningkatkan skill, meningkatkan keterampilan kita semuanya. Inilah sebuah kesempatan besar yang kita harapkan betul-betul bisa membuka peluang kerja yang sebanyak-banyaknya. Dan kalau nantinya banyak yang masuk ke dunia usaha, banyak yang masuk ke dunia kerja, saya kira ekonomi kita akan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Baca Juga :Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah Dorong CPMI Dapat Kuota Kartu Prakerja 2021

Dalam acara ini Presiden didampingi antara lain oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta sejumlah penerima Kartu Prakerja Tahun 2021 dan 2021. Hadir kurang lebih 500 penerima Kartu Prakerja baik secara langsung maupun virtual dari kabupaten/kota seluruh Indonesia.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Pemerintah Lanjutkan Kartu Prakerja 2023 dengan Skema Normal

Politik & Pemerintahan

Airlangga: Program Kartu Prakerja Penyokong Masyarakat di Masa Pandemi

Politik & Pemerintahan

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah Dorong CPMI Dapat Kuota Kartu Prakerja 2021

Politik & Pemerintahan

Gelombang 12 Dibuka, Pemerintah Mulai Program Kartu Prakerja Tahun 2021

Politik & Pemerintahan

Ruangguru Disebut-sebut Terima Rp3,8T dari Program Kartu Prakerja, Ini Faktanya

Politik & Pemerintahan

HIPMI Minta Pemerintah Perhatikan Korban PHK, Mereka Perlu Jaminan Kerja Usai Covid-19