Beritasumut.com-Usulan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) untuk menjadi BUMD Pemprovsu hendaknya tidak ambisius. Perbaikan tata kelola dan pola pergelaran harus lebih dulu diperbaiki. PRSU bisa menjadi BUMD namun tidak berdiri sendiri, melainkan digabung dengan BUMD yang sudah ada.Hal itu diungkapkan anggota DPRDSU, Muchrid Nasution dan Hanafiah Harahap, Minggu (24/03/2019), menanggapi usulan tersebut. menurut Muchrid, menjadikan PRSU sebagai BUMD merupakan hal yang baik, agar bisa dikelola secara profesional. Namun tidak harus dibentuk BUMD baru, dijadikan sub bagian BUMD yang sudah ada seperti PT Aneka Industri dan Jasa (AIJ) atau yang lainnya.“Harus ditata dengan baik peruntukannya untuk apa. Tidak hanya fokus pada kegiatan tahunan seperti pekan raya saja mungkin bisa dirancang kegiatan kerajinan atau kesenian dan pendidikan. Kemudian, di situ banyak auditorium, bisa ditata kelola lebih baik lagi,” katanya.Ia melanjutkan, jika sudah menjadi BUMD, pola pegelaran PRSU juga harus berubah, tidak monoton digelar setiap setahun sekali. Nilai positif dari usulan tersebut, akan membuat tata kelola PRSU menjadi lebih jelas dan penyertaan modal dari Pemprovsu.“Kalau disuntik dana harus jelas Break Event Point, berapa lama suntikan dana itu kembali ke Pemprovsu. Kalau ini jadi BUMD, kita minta pengelola harus punya rancangan bisnis dan target pendapatan asli daerah (PAD) yang jelas. Jangan setiap saat meminta penyertaan modal tapi PAD ke Sumut tidak ada,” katanya.Muchrid sendiri menilai pelaksanaan PRSU setiap tahunnya monoton, dengan seremonial dan konten yang tidak berinovasi. Menurutnya pelaksana PRSU harus punya kalender kegaitan yang tidak hanya digelar setahun sekali dan terbuka untuk umum. “Tata kelolanya perlu diperbaiki, agar masyarakat bisa menikmati, sebagaimana awalnya PRSU dibuat untuk menjadi pesta rakyat Sumut,” katanya.Hal berbeda diungkapkan Hanafiah Harahap. Menurutnya, perubahan status hukum yayasan menjadi murni bisnis tidak mudah. Karenanya, harus ada pengkajian ulang. Ia menekankan, yayasan yang ada saat ini agar dibenahin terlebih dulu. “Tidak usah bermimpi dulu, itu langkah keliru, boleh maju tapi jangan ambisius,” katanya.Politisi Partai Golkar ini mengatakan, yayasan PRSU harus berbenah diri dengan mengubah pola yang selama ini berjalan. Saat ini, Pemprovsu justru membatasi penggabungan BUMD. Ia meminta agar PRSU fokus sebagaimana tujuan awal pembentukannya yaitu sebagai pusat promosi kebudayaan Sumut.“Saya tidak setuju karena seharusnya PRSU tidak berorientasi ke situ (bisnis). Harus dikaji ulang. Seharusnya menarget peningkatan kualitas, itu yang paling mendasar. Pembenahan secara internal, agar menjadi kebanggaan rakyat Sumut. Selama ini, tidak ada lompatan besar. Saya lihat tidak ada perubahan selama dua tahun terakhir. Bahkan banyak mendapat kritik dari masyarakat. Benahin dulu secara internal. Jangan Cuma jadi tempat bagi-bagi rezeki,” tegasnya.(BS03)