Bukan Perang, Presiden Jokowi: Pemilu Itu Pesta Demokrasi, Sambut dengan Gembira

- Sabtu, 23 Maret 2019 23:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032019/9861_Bukan-Perang--Presiden-Jokowi--Pemilu-Itu-Pesta-Demokrasi--Sambut-dengan-Gembira.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Pemilihan Umum (Pemilu) itu bukan perang. Pemilu itu adalah pesta demokrasi untuk memilih pemimpin kita yang terbaik.“Karena itu pesta demokrasi, karena pesta demokrasi harus kita sambut dengan riang gembira,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Tatap Muka dan Ramah Tamah dengan Tokoh dan Masyarakat se-Bali, seperti dilansir dari laman setkab, Sabtu (23/03/2019).

 

Kepala Negara yang dalam kesempatan itu didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengingatkan, jangan sampai ada yang menakut-nakuti, apalagi menebar ancaman-ancaman. Namanya saja pesta demokrasi, kita harus menyambut pesta demokrasi ini dengan cara-cara beradab. Cara-cara yang beretika, cara-cara yang bertata krama, cara-cara yang berbudaya.“Jangan justru menyemburkan hoaks, menyemburkan kabar bohong, menyemburkan kabar fitnah yang bisa memecah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan kita,” tutur Kepala Negara.

 

Sebagai bangsa besar, lanjut Kepala Negara, kita harus menatap ke depan dengan penuh optimis. Kalau ada persoalan besar, menurut Kepala Negara, memang ini tantangan kita semuanya untuk menuju ke sebuah negara yang kuat, kuat ekonominya.Menurut Kepala Negara, diperkirakan tahun 2045, kita akan menjadi empat besar negara dengan ekonomi terkuat di dunia. Tapi, lanjut Kepala Negara, jangan dipikir mulus, pasti ada tantangannya, pasti ada rintangannya.

 

“Itulah kenapa kita harus bersatu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Jangan di antara kita dilihat dari luar kita ini rukun-rukun, di dalam malah kelihatan tidak rukun. Sedih saya kalau melihat seperti itu, sedih,” ujar Kepala Negara.

 

Sebelumnya terkait penyelenggaraan Pemilu, Presiden Jokowi pada awal sambutannya menyampaikan, jangan sampai karena perbedaan pilihan, kita menjadi saling bermusuhan, menjadi tidak rukun, menjadi tidak bersatu."Yang namanya pilpres, yang namanya pilihan gubernur, yang namanya pilihan bupati, yang namanya pilihan wali kota, jelas Presiden, setiap lima tahun itu akan ada terus. “Masa kita akan terus membangun permusuhan karena perbedaan pilihan? Ya jangan, jangan,” tuturya.

 

Sekali lagi, Kepala Negara mengingatkan, jangan sampai karena urusan politik antartetangga tidak bertegur sapa, antarsemeton terputus tali persahabatan yang bisa menyebabkan hilangnya persatuan, kerukunan, dan persaudaraan di antara kita.“Tapi saya yakin Krama Bali memegang teguh nilai-nilai menyama braya. Sebuah pengakuan sosial bahwa kita tetap bersaudara yang harus saling bantu membantu di dalam suka maupun di dalam duka,” ucap Kepala Negara.

 

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.(BS09)

 

 


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat

Politik & Pemerintahan

Silaturahmi Presiden dengan Rektor, Sinergi Pemerintah dan Pendidikan Tinggi untuk Masa Depan Bangsa

Politik & Pemerintahan

KPK: Mobil dari Erdogan untuk Prabowo Pemberian Kenegaraan, Tak Perlu Lapor

Politik & Pemerintahan

Jawaban Prabowo Saat Diminta Gerindra Maju Capres Lagi di 2029

Politik & Pemerintahan

Perayaan 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Turkiye Perkuat Kemitraan Strategis

Politik & Pemerintahan

Presiden Prabowo Sambut Presiden Erdogan dalam Upacara Kenegaraan di Istana Bogor