Beritasumut.com-Wujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) yang berintegritas agar pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan sukses. Hal tersebut disampaikan Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu yang diwakili Sekda Tapsel Parulian Nasution saat menghadiri Sosialisasi Pengawasan Pemilu Tahun 2019 di Aula Hotel Sitamiang, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, pertengahan pekan kemarin. "Saya atas nama Pemkab Tapsel mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya sosialisasi ini, semoga perwujudan demokrasi dapat lebih baik di Negara Republik Indonesia.Negara Republik Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik yang dipimpin oleh seorang Presiden yang juga disebut dengan presidential dan bukan parlementer walaupun didalamnya ada lembaga yang menangani parlemen," ujar Parulian mewakili Bupati seperti dilansir dari laman tapselkab.go.id, Minggu (10/03/2019). "Jadi di Negara Republik Indonesia ada tiga kekuasaan yang saling menghubungkan dan bukan saling terpisah yaitu adanya legislatif, eksekutif dan yudikatif.Oleh karena itu pada tahun 2019 ini kita akan dihadapi dengan pemilihan umum untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden serta para wakilnya di DPD, DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945. Sesuai dengan amanat itulah kita dapat menunjukkan bahwasanya negara Indonesia merupakan negara demokrasi yang disebut dengan demokrasi Pancasila," sambung Parulian. Lebih jauh Parulian mengungkapkan, demokrasi pancasila menganut teori kedaulatan yang di dalamnya ada kedaulatan rakyat dan rakyat itu berdaulat untuk memilih pemimpinnya tapi tidak terlepas dari kedaulatan hukum karena hukumlah yang tertinggi di negara republik Indonesia. Lanjut Parulian, untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas, masyarakat perlu dilibatkan. Dengan tujuan, masyarakat lebih faham dan mengerti apa saja yang menjadi pelanggaran dalam penyelenggaraan pemilu. "Masyarakat harus aktif dalam melakukan pengawasan, agar pemilu nantinya berjalan dengan sukses. Pengawasan aktif oleh masyarakat harus lebih ditingkatkan," katanya. Sementara, Ketua Bawaslu Tapsel Dr SL Simbolon MAg, menyampaikan sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif 2019 ini, utamanya untuk merangkul ormas yang ada di wilayah Kabupaten Tapsel, agar bersama-sama melakukan pengawasan dalam pemilu 2019 ini, supaya bisa berjalan aman dan sukses nantinya. “Bagi peserta yang ikut sosialisasi ini nanti k elapangan ada menemukan pelanggaran, baik dalam kampanye maupun pemasang atribut di tempat larangan, maka peserta sosialisasi dan ormas dan masyarakat segera laporkan kepada Bawaslu untuk bisa di tindak tegas jika ada unsur pelanggaran tersebut,” ujar SL Simbolon. Simbolon mengajak masyarakat dan ormas untuk mengawasi pelaksanaan pemilu Pileg dan Pilpres. "Karena dengan melakukan sosialisasi ini maka masyarakat dan ormas dapat terlibat langsung mengawasi pelaksanaan pemilu," jelasnya. Sosialisasi ini diikuti sekitar 100 orang peserta dari 11 ormas di Kabupaten Tapsel yakni, MUI, FKUB, PC NU, Muslimat NU, PD Muhamadyah, Muslimat Alwasliyah, BKMT, Muslimat Aisyah, Badan Koordinasi Antar Gereja (BKAG) dan Gereja Kristen Protestan Angkola.(BS09)