Sumut Ber-TGB: Pemilih Pemula Siap Menangkan TGB di Pilpres 2019

Herman - Sabtu, 28 April 2018 15:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042018/9425_Sumut-Ber-TGB--Pemilih-Pemula-Siap-Menangkan-TGB-di-Pilpres-2019.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS07
Beritasumut.com-Keberhasilan Tuan Guru Bajang Dr H Zainul Majdi MA dalam memimpin Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama dua periode, membuat para pemilih pemula dalam Pemilu 2019 tertarik untuk mendorong sosok ulama penghafal Qur'an 30 juz ini untuk maju di ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. 

 

Hal tersebut disuarakan oleh Relawan Bersama TGB atau Ber-TGB Sumatera Utara dari elemen Persatuan Pelajar dan Mahasiswa se-Sumatera Utara.

 

Koordinator Persatuan Pelajar dan Mahasiswa se-Sumatera Utara Ahmad Rafi Tan mengatakan, dukungan mereka terhadap Tuan Guru Bajang Dr H Zainul Majdi MA, merupakan ungkapan keinginan generasi muda yang merindukan pemimpin muda yang terbukti mampu menunjukkan kerja nyata menyejahterakan rakyat. 

 

"Jika beliau maju di Pilpres 2019, kami tegaskan kami pemilih pemula se-Sumatera Utara siap memenangkan Tuan Guru Bajang Dr H Zainul Majdi MA," ujarnya, saat mendeklarasikan dukungan pemilih pemula se-Sumatera Utara, Sabtu (28/04/2018).

 

Rafi memaparkan, kekuatan pemilih pemula di Pilpres mendatang jelas tak bisa diremehkan. "KPU menyebutkan ada 196,5 juta pemilih dalam Pemilu dan Pilpres 2019 nanti. Dari jumlah itu 7,4 persen di antaranya atau sekitar 14 juta pemilih merupakan generasi muda yang merupakan pemilih pemula," tegasnya.

 

Anak-anak muda ini, kata Rafi, jelas merindukan sosok pemimpin yang tidak hanya muda, namun juga berprestasi dan mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat dan pemerataan ekonomi. "Dan kualifikasi tersebut kami lihat ada pada sosok Bapak TGB," tegas Rafi.

 

Selama memimpin Provinsi NTB, kata Rafi, TGB terbukti merupakan sosok yang mengedepankan pembangunan ekonomi yang berpihak pada rakyat. "Bapak TGB sangat memperhatikan pembangunan pasar tradisional sebagai pusat perekonomian masyarakat," kata Rafi.

 

Selain membangun, selama memimpin NTB, kata Rafi, TGB menganggarkan Rp1,2 miliar per pasar tradisional untuk revitalisasi pasar tradisional di seluruh kabupaten. "Itu merupakan bukti sahih kepedulian beliau pada ekonomi kerakyatan," ujarnya.

 

Tak hanya itu, TGB juga sangat memperhatikan kesempatan kerja bagi warganya. "Hal itu dibuktikan Bapak TGB dengan keberhasilan menurunkan tingkat pengangguran di NTB," kata Rafi.

 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) per Agustus 2017 mencapai 3,32% atau turun 0,62% dibanding posisi Agustus 2016 yang berada pada angka 3,94%.

 

Prestasi lain TGB adalah kepeduliannya pada bidang pengembangan pendidikan dan kepemudaan. "Bapak TGB tak hanya mengedepankan masalah keilmuan dan teknologi tetapi juga pendidikan moral dan agama. Selain itu beliau juga banyak membuat program yang mendorong anak-anak muda untuk mandiri dan menjadi pengusaha," kata Rafi.

 

TGB juga dinilai berhasil menurunkan angka kemiskinan di NTB. Dua periode menjabat angka kemiskinan di NTB turun dari 1,8 juta sampai ke angka 700-an ribu. "Ini jelas prestasi luar biasa, karena NTB tidak ditunjang oleh anggaran yang besar, tetapi Bapak TGB mampu memaksimalkan anggaran yang ada untuk menyejahterakan rakyat," ujarnya. 

 

Selain menurunkan angka kemiskinan, TGB, kata Rafi juga mampu meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di NTB. Kesuksesan TGB membangun kesehatan masyarakat itu, dibuktikan dengan disematkannya Lencana Ksatria Bhakti Husada Arutala yang merupakan penghargaan atas jasa-jasanya dalam pembangunan Bidang Kesehatan, kepada TGB di tahun 2009. 

 

Yang terpenting, kata Rafi, selain terbukti berprestasi, TGB juga merupakan sosok ulama sekaligus umaro yang bisa diterima semua kalangan."Beliau terkenal sebagai ulama yang bisa diterima oleh kalangan lintas agama, dan selama ini beliau juga terbukti mampu mengayomi kelompok minoritas," ujar rafi.

 

"Karena itu, kami yakin, Bapak TGB mampu mempererat jalinan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemimpin seperti Bapak TGB merupakan pemimpin ideal di masa depan dimana tantangan terberatnya adalah menghindarkan bangsa ini dari perpecahan. Beliau adalah sosok pemersatu bangsa," tegas Rafi.

 

Karena berbagai kualifikasi mumpuni yang dimiliki TGB tersebut, kata Rafi, tak heran jika para pemuda, para pemilih pemula sangat berharap TGB mampu meneruskan kepemimpinannya di level nasional. "Kami berharap betul Bapak TGB mau melanjutkan keberhasilannya di level nasional, beliau adalah sosok harapan bagi siapa saja, terutama bagi kami kaum muda," katanya. (BS07)


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat

Politik & Pemerintahan

DKPP Apresiasi KPU hingga Polri Sukseskan Pemilu 2024

Politik & Pemerintahan

3 Putusan Terkini MK Terkait Pemilu, Termasuk Hapus Ambang Batas Capres

Politik & Pemerintahan

PT 20% Dihapus, Komisi II DPR Bahas Jumlah Kandidat Pilpres Usai Reses

Politik & Pemerintahan

Komisi II DPR Terima 495 Aduan Terkait Pemilu hingga Mafia Tanah Selama 2024

Politik & Pemerintahan

Perludem Nilai Gubernur Dipilih DPRD Bikin Rakyat Tersandera