Bertemu Budayawan, Presiden Jokowi Sampaikan Pentingnya Pembangunan Infrastruktur

Herman - Sabtu, 07 April 2018 15:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042018/3071_Bertemu-Budayawan--Presiden-Jokowi-Sampaikan-Pentingnya-Pembangunan-Infrastruktur.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pentingnya pembangunan infrastruktur yang dalam 3,5 tahun ini dilakukan oleh pemerintah.

 

“Karena kita ini sebagai negara besar sudah terlalu jauh ditinggal oleh kanan kiri kita, sehingga ini yang perlu dikejar terlebih,” kata Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan para budayawan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (06/04/2018).

 

Menurut Kepala Negara, Indonesia bagian timur adalah sebuah wilayah yang betul-betul sangat jauh sekali kondisinya kalau dibandingkan dengan apa yang kita nikmati sekarang ini, terutama di Jawa.

 

Ia menceritakan, waktu 3 tahun yang lalu ke Wamena, harga bensin di sini Rp6.450 di sana yang harganya Rp60.000. Pada saat-saat cuaca yang enggak baik harganya bisa Rp100.000 per liter.

 

“Karena ketidaksiapan infrastruktur untuk mendukung harga itu sama dengan yang ada di Jawa,” ucap Kepala Negara menyampaikan alasannya, seperti dilansir setkab.go.id.

 

Kemudian ke kabupaten Nduga yang aspal 1 meter pun enggak ada. Dari Wamena yang sudah jauh, untuk ke Nduga itu butuh waktu  sebelumnya butuh waktu 4 hari 4 malam berjalan kaki, naik turun gunung, masuk ke hutan baru sampai dari Wamena baru masuk ke Nduga.

 

“Itulah yang saya lihat di sana. Di Wamena saya lihat, kemudian di Nduga kita lihat. Di Wamena saja harga bensin Rp 60.000, apalagi di Nduga, enggak ada yang jualan bensin karena semuanya jalan kaki,” ungkap Kepala Negara seraya menambahkan, inilah fakta-fakta yang kita hadapi, termasuk yag disampaikan oleh Lesik Keti Ara, Penyair  Aceh, mengenai Airport Rembele.

 

“Ini di Aceh Tengah yang sekarang jadi Bener Meriah, itu di Aceh bagian sini,” sambung Presiden Jokowi.

 

Presiden Jokowi menegaskan, bahwa infrastruktur itu tidak hanya masalah ekonomi. Namun, infrastruktur ini akan mempersatukan kita.

 

“Kalau ketimpangannya seperti yang tadi saya sampaikan ya kita tidak bisa akan bersatu.” ujar Presiden seraya menambahkan, mempersatukan dalam artian bahwa, dirinya pernah terbang dari Aceh di Banda Aceh langsung terbang ke Wamena memakan waktu 9 jam 15 menit.

 

“Artinya apa? Ya supaya menyadarkan kita semuanya bahwa bangsa ini bangsa yang besar. Kalau kita terbang dari London, 9 jam itu sampai ke Istanbul Turki itu bisa melewati berapa negara, mungkin 6, 7, 8 negara. Ya inilah negara kita,” tegas Presiden.

 

Tapi kalau itu tidak kita siapkan, entah airport-nya, entah pelabuhannya, entah jalannya, Presiden mengingatkan, kejadiannya ya ketimpangan antar wilayah itu akan semakin membesar.

 

Silaturahmi dengan budayawan itu dihadiri oleh Radhar Panca Dahana, Butet Kertaradjasa, Muhammad Sobary, Putu Wijaya, Nasirun, Lesik Keti Ara, Olga Lidya, dan Olivia Zalianty.

 

Sementara Presiden Jokowi didampingi oleh Mendikbud Muhadjir Effendi, Mensesneg Pratikno, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki dan Staf Khusus Presiden Sunardi Rinakit.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Pemkab Langkat Gelar Rapat Gerakan Nasional Revolusi Mental

Politik & Pemerintahan

Silaturahmi dengan Seniman dan Budayawan, Wagub Sumut Harapkan Sumbangsih KSBN

Politik & Pemerintahan

Pemprov Sumut Terus Dorong Revolusi Mental untuk Percepat Pembangunan

Politik & Pemerintahan

Peringati Hari Pahlawan, RRI Gelar "Malam Apresiasi Puisi untuk Tanah Negeri Ini"

Politik & Pemerintahan

Hilmar Farid Minta Seniman dan Budayawan Terus Berkarya di Masa Pandemi Covid-19

Politik & Pemerintahan

Ubah Cara Berfikir, Pemkab Pakpak Bharat Gelar Pelatihan Revolusi Mental dan Etos Kerja Profesional