Beritasumut.com-Demi mempermudah akses menuju Pasar Induk Lau Cih, Pemerintah Kota (Pemko) Medan saat ini tengah melakukan pembuatan jalur alternatif di wilayah Simpang Selayang. Namun, upaya membuat jalur alternatif ini terkendala pembebasan lahan milik masyarakat. Walikota Medan, Dzulmi Eldin mengatakan masih ada satu persil lahan berukuran 70x10 meter milik warga yang belum dibebaskan. "Pekerjaan agak sedikit terkendala karena ada lahan yang belum dibebaskan," ujar Eldin saat meninjau lokasi, Senin (02/04/2018). Dia yakin, Pasar Induk Lau Cih akan semakin berkembang apabila ruas jalan alternatif dapat digunakan. Sebab, akses jalan masuk menuju Pasar Induk Lau Cih semakin dekat karena warga bisa melalui Simpang Selayang. "Selama ini warga yang ingin belanja harus melalui Jalan Bunga Turi. Untuk itulah pengerjaan jalan alternatif ini terus dipercepat. Rencananya jalur alternatif yang akan dibangun memiliki panjang 700 meter dan luas 24 meter," paparnya. Pria nomor satu di Medan ini juga menginginkan Pasar Induk Lau Cih menjadi salah satu model percontohan pasar induk modern terbaik di Kota Medan, termasuk sebagai pensuplai seluruh kebutuhan masyarakat akan sayuran dan buah-buahan. “Jadi apa yang masih jadi kendala untuk percepatan pengerjaan jalan alternatif harus segera diselesaikan,” ungkapnya. Sementara itu, Camat Medan Tuntungan Gelora Kurnia Putra Ginting menyebut, pembebasan tanah itu belum dapat dilakukan karena belum mendapat kesepakatan dari ahli waris. “Kita masih terus mengupayakan dengan berbagai pendekatan, termasuk pendekatan kekeluargaan. Sebab, tanah itu merupakan tanah warisan, sebagian ahli waris sudah setuju, sedangkan sebagian lagi sampai saat ini masih belum setuju," pungkasnya. (BS07)