Agar Indonesia Maju, Presiden Jokowi: Tidak Ada Pilihan Lain, Kita Harus Lakukan Perubahan

Herman - Sabtu, 03 Februari 2018 10:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022018/7373_Agar-Indonesia-Maju--Presiden-Jokowi--Tidak-Ada-Pilihan-Lain--Kita-Harus-Lakukan-Perubahan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dan berubah sangat cepat, dan Indonesia tidak bisa mengisolasi diri dari perkembangan tersebut.

 

“Perkembangan teknologi tersebut sangat mempengaruhi lanskap ekonomi, sosial budaya, dan bahkan juga lanskap politik nasional maupun internasional,” kata Presiden Jokowi dalam pidatonya pada Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia (UI), di Balairung Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Jumat (02/02/2018).

 

Presiden menunjuk contoh, bisnis supermarket yang dulunya sangat mapan sekarang ini tunggang langgang diterpa pasar online. Demikian juga biro perjalanan yang juga menurun drastis setelah munculnya online ticketing. Ia memperkirakan, masih ada bisnis-bisnis lama yang tutup dan muncul jenis bisnis baru.

 

Tatkala lanskap politik, ekonomi, dan sosial budaya berubah, menurut Presiden, agenda penelitian juga mengalami perubahan. Materi kurikulum dan metode pendidikan juga harus berubah, karena pasti kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia) yang dibutuhkan juga harus berubah. Cara kerja organisasi juga harus menyesuaikan.

 

“Tidak ada pilihan lain agar kita menjadi Indonesia maju, kita harus melakukan perubahan. Perubahan mindset, perubahan pola pikir, perubahan cara kerja, perubahan model organisasi, produktivitas, disiplin nasional, inovasi, semuanya harus berubah,” tutur Kepala Negara.

 

Kepala Negara meyakini, pendidikan tinggi adalah organisasi yang paling sempurna sebagai rujukan reformasi, organisasi yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, organisasi yang fleksibel dan lentur dalam menanggapi perubahan zaman.

 

“Saya yakin SDM pendidikan tinggi adalah SDM yang paling progresif yang paling terbuka terhadap perubahan, yang paling agresif dalam mengembangkan terobosan-terobosan, dan yang paling antisipatif menatap masa depan,” ujar Presiden Jokowi.

 

Oleh karena itu, Presiden  berharap agar pendidikan tinggi menjadi penopang ekosistem nasional dalam menanggapi revolusi industri 4.0.

 

Menurut Presiden, inovasi adalah kunci. Ia meminta perguruan tinggi agar tidak terjebak rutinitas, dan  mengembangkan cara-cara baru.  Keinginan mahasiswa dan dosen untuk berinovasi harus terus ditumbuhkan. Kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan.

 

“Semua itu membutuhkan fasilitas pendukung di kampus untuk mendorong inovasi yang mendukung para mahasiswa dan dosen lintas fakultas, lintas ilmu untuk berkolaborasi, untuk berinovasi,” tutur Presiden seraya menambahkan, perlunya menyediakan semacam working space dan creative hub agar inovasi dan kreasi baru bisa dibiayai dan diapresiasi, para inovator dijejaringkan, serta produk riset dipublikasikan dan dihilirkan.

 

Artinya, lanjut Presiden, cara kerja perguruan tinggi harus inovatif, pendidikan harus dilakukan dengan cara-cara baru dan inovasi-inovasi baru dan kreativitas-kreativitas baru.

 

“Kurikulum dan agenda riset harus segera dibenahi untuk disesuaikan dengan teknologi baru dan kebutuhan-kebutuhan baru,” ujar Presiden Jokowi, seperti dilansir setkab.go.id.

 

Presiden Jokowi memahami, bahwa agenda perubahan selalu tidak mudah. Tetapi Presiden meyakini Universitas Indonesia bisa melakukannya, dan menjadi contoh bagi lahirnya inovasi-inovasi dalam berorganisasi, dalam kurikulum dan metode pendidikan yang melahirkan SDM-SDM yang unggul dan kompetitif, dan menjadi contoh dalam riset dan hilirisasi yang menyejahterakan rakyat dan memenangkan Indonesia dalam kompetisi global.

 

“Saya yakin UI mampu memberikan kontribusi besar bagi Indonesia maju yang kita cita-citakan,” tegas Presiden Jokowi.

 

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menristekdikti M. Nasir, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

 

Sementara dari Universitas Indonesia hadir Rektor, Ketua dan anggota Wali Amanat UI, Ketua dan Anggota Dewan Guru Besar UI, serta Ketua dan Anggota Senat Akademik UI.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Pemkab Langkat Gelar Rapat Gerakan Nasional Revolusi Mental

Politik & Pemerintahan

Presiden Lantik Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto Sebagai Menteri

Politik & Pemerintahan

Wujudkan Visi Indonesia Maju 2045, Pemerintah Kuatkan Sistem Riset dan Inovasi Nasional

Politik & Pemerintahan

Presiden Minta BKKBN Wujudkan Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Maju

Politik & Pemerintahan

Presiden Jokowi Kenalkan Enam Figur Menteri Baru di Kabinet Indonesia Maju, Ini Nama-Namanya

Politik & Pemerintahan

Pemprov Sumut Terus Dorong Revolusi Mental untuk Percepat Pembangunan