Masuk Indeks Resiko Bencana Tinggi, Pemda di Sumut Jangan Abaikan PRB

- Kamis, 26 Oktober 2017 16:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102017/5033_Masuk-Indeks-Resiko-Bencana-Tinggi--Pemda-di-Sumut-Jangan-Abaikan-PRB.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) DR H Tengku Erry Nuradi MSi meminta agar Pemerintah daerah (Pemda) dapat menyelaraskan dan mengintegrasikan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dalam berbagai aktivitas pembangunan di Provinsi Sumut. Apalagi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pemerintah telah menetapkan prioritas 136 kabupaten/kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berisiko tinggi dimana sebagian besar kabupaten kota se-Sumut ada di dalamnya. Oleh karenanya perlu adanya upaya untuk melindungi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dari ancaman bencana dalam rangka menjamin keberlanjutan pembangunan.

 

“Saya berharap pemerintah daerah (pemda) di Sumut tidak mengabaikan upaya-upaya penanggulangan bencana, khususnya upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tersebut,” ujar Tengku Erry Nuradi disela-sela mengikuti kegiatan Field Trip (karya wisata) dalam rangkaian kegiatan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana pada yang dilaksanakan di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (26/10/2017). 

 

Dijelaskan Erry Sumut termasuk sebagai pusat pertumbuhan Indonesia di wilayah barat karena memiliki berbagai progam strategis nasional diantaranya Kawasan Strategis Nasional Medan-Binjai-Deliserdang-Karo (Mebidangro), Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba, Kawasan Ekonomi Kusus (KEK) Sei Mangkei yang terintegrasi dengan Kawasan Industri dan pelabuhan Kuala Tanjung. Berbagai kawasan strategis tersebut harus tersentuh dari aksi Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

 

Seperti diketahui bahwa pada 2016 lalu, BNPB bersama semua stakeholders mampu menurunkan indeks risiko bencana turun sebesar 15,98 persen. Sedangkan pada 2019 nanti Gubsu mengharapkan melalui upaya-upaya PRB risiko bencana dapat turun hingga 30 persen. Upaya PRB tersebut, kata Erry, sesungguhnya adalah untuk meningkatkan kemampuan semua pihak untuk lebih tangguh terhadap bencana. “Pengurangan Risiko Bencana adalah investasi, karena berdasarkan pengalaman bahwa wilayah yang tangguh dan siap siaga terhadap bencana terbukti terkena dampak yang lebih kecil dibanding dengan wilayah yang tidak siap,” terang Erry.

 

Sementara itu, Kepala Badan Penganggulangan Bencana Daerah Sumut (BPBD) Riadil Akhir Lubis mengatakan Sumut termasuk wilayah berisiko bencana diantaranya gempa, letusan gunung api, tsunami, gerak tanah, banjir, kebakaran hutan dan lahan, gelombang ekstrim dan abrasi, erosi, kebakaran gedung dan wabah penyakit. 

 

Dia menyebutkan beberapa daerah yang rawan bencana gempa diantaranya Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Sibolga, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Padang Sidempuan, Samosir, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah dan  Tapanuli Utara. Sedangkan daerah yang berisiko tsunami adalah Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Tapteng dan Kota Sibolga. Sedangkan berisiko tinggi bencana gunung api adalah Karo, Kabanjahe dan Tapsel. Di Sumatera Utara saat ini seluruh kabupaten/kota sudah dibentuk BPBD kabupaten/kota sehingga diharapkan penanggulangan bencana serta kegiatan pengurangan risiko bencana di daerah bisa lebih optimal.

 

Sekedar informasi kegiatan Field Trip pada rangkaian kegiatan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana ini bertujuan menjadi wadah untuk bertukar pikiran dan berbagi pengalaman antar organisasi BPBD seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat koordinasi dan komunikasi baik pada saat pra bencana, tanggap darurat maupun pasca bencana. Sehari sebelumnya, pada kegiatan penutupan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana di Kota Sorong, Papua Barat, Sumatera Utara (Sumut) ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan yang sama pada tahun 2018. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Kadin Sumut Jalin Kerja Sama dengan Kamar Dagang Belarus, Bidik Pasar Eropa Timur

Politik & Pemerintahan

PSMS vs PSPS Berakhir Imbang, Suporter Meraung di Stadion Utama Sumut

Politik & Pemerintahan

Pasar Murah Imlek 2026 di Medan, Pemkot Hadir Bantu Warga Jelang Perayaan Tahun Baru Tionghoa

Politik & Pemerintahan

Badan Legislasi DPR RI Kunjungi Kadin Sumatera Utara Bahas Penyusunan RUU Kadin

Politik & Pemerintahan

Hari Pahlawan, PLN Dorong Guru SMK Jadi Pelopor Konversi Motor Listrik di Kota Medan

Politik & Pemerintahan

Astindo Travel Fair 2025 Digelar di Medan, Wadah Strategis Bagi Pelaku Usaha Pariwisata