Lewat Video Conference, Presiden Buka Percepatan Sertifikasi Tenaga Konstruksi

- Jumat, 20 Oktober 2017 02:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102017/7106_Lewat-Video-Conference--Presiden-Buka-Percepatan-Sertifikasi-Tenaga-Konstruksi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo membuka acara percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi secara  serentak di Seluruh Indonesia tahun 2017 di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Kamis (19/10/2017). Pembukaan ini juga disaksikan Gubsu Dr Ir H T Erry Nuradi MSi melalui video conference di lokasi Proyek underpass Titi Kuning Brigjen Katamso Medan. 

 

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah II Paul Ames Halomoan, Kepala Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah Aceh Supai, mewakili LPJK Kosim, dan pejabat dari kementerian PU PR RI. Pembukaan tersebut ditandai dengan penekanan Sirene oleh Presiden Jokowi didampingi Menteri PU PR RI DR Ir Mochamad Basoeki Hadimoeljono MSc dan Plt Dirjen Bina Konstruksi Danis H Sumadilaga. 

 

Saat menyampaikan sambutannya, Presiden mengingatkan pentingnya pembangunan infrastruktur kepada tenaga kerja konstruksi. Infrastruktur merupakan salah satu kunci memenangkan persaingan global."Kita sekarang ini baru berada pada era kompetisi global, kompetisi antarnegara dan salah satu kunci untuk memenangkan persaingan, memenangkan kompetisi, adalah pembangunan infrastruktur. Ini menjadi fondasi yang sangat mendasar sekali,"ujar Jokowi.

 

Sumber daya manusia pun harus dibangun. Menurut dia, Indonesia akan gagal bersaing dengan negara lai bila SDM dan infrastruktur tak dibangun maksimal."Jangan bermimpi kita bisa bersaing dengan negara negara lain, bisa berkompetisi dengan negara lain dan memenangkannya kalau infrastruktur kita tertinggal," ujar dia.

 

Presiden juga mengingatkan para pekerja konstruksi agar jangan berhenti hanya pada sertifikat. “Sertifikat memang perlu, tapi jangan berhenti hanya pada selembar sertifikat. Saya minta mutunya, kualitasnya, standar-standarnya terus dijaga,” ucapnya.

 

Dikatakan Jokowi, penjaminan mutu tenaga kerja konstruksi dilakukan dengan terus menerus, mengadakan pelatihan-pelatihan untuk mengadaptasi perkembangan teknologi terbaru. Karena setiap saat teknologi berubah. Mengingat kemajuan teknologi yang sangat cepat termasuk bidang konstruksi. 

 

“Jangan sampai Program Percepatan Sertifikasi ini jadi ajang untuk transaksi sertifikasi. Agar tujuan utamanya dapat tercapai. Yang tujuan utamanya adalah kualitas, mutu dan standar-standar yang ada,” tegasnya.

 

Sebelumnya Plt Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga melaporkan bahwa kegiatan percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi merupakan upaya merespon percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. “Diharapkan juga sertifikat ini akan meningkatkan kapasitas tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan bagi pemilik sertifikat, dan memberikan hasil pekerjaan yang lebih berkualitas.

 

Perserta uji kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja ini lanjutnya berjumlah 9.700 tenaga kerja yang tersebar di Indonesia. 9700 orang ini dibagi menjadi dua kategori yaitu tenaga terampil 9045 orang. 

 

Sementara itu, Gubsu Dr Ir HT Erry Nuradi MSi pada kesempatan itu mengharapkan dengan adanya Tenaga kerja bersertifikat, kondisi konstruksi proyek-proyek yang ada di Provinsi Sumatera Utara memenuhi standar yang telah ditetapkan. “Mudah-mudahan dengan sertifikasi ini para tenaga kerja konstruksi memiliki kualitas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan tentunya hasil kerjanya juga berkualitas,” ujar Erry.

 

Gubsu juga menyampaikan bahwa dari laporan yang diterima bahwa Proyek Underpass Brigjen Katamso-Titi Kuning Medan ini akan berlangsung dalam waktu kurang lebih 18 bulan. “Diperkirakan pertengahan 2018, underpass yang pertama di Provinsi Sumatera ini akan selesai,” pungkasnya.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Silaturahmi Presiden dengan Rektor, Sinergi Pemerintah dan Pendidikan Tinggi untuk Masa Depan Bangsa

Politik & Pemerintahan

Gubernur Sumut Akan Kuliahkan Kakak Beradik Yatim Piatu di Nias, Hingga Tamat

Politik & Pemerintahan

KPK: Mobil dari Erdogan untuk Prabowo Pemberian Kenegaraan, Tak Perlu Lapor

Politik & Pemerintahan

Hadiri Governansi Insight Forum OJK, Pj Gubernur Pamit ke Komunitas Jasa Keuangan dan Perbankan Sumut

Politik & Pemerintahan

Perayaan 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Turkiye Perkuat Kemitraan Strategis

Politik & Pemerintahan

Presiden Prabowo Sambut Presiden Erdogan dalam Upacara Kenegaraan di Istana Bogor