Ketua UKP PIP Yudi Latief: Bulan-Bulan Ini Harus Jadi Momen Gerakan Kebajikan Pancasila

Herman - Kamis, 08 Juni 2017 10:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir062017/5188_Ketua-UKP-PIP-Yudi-Latief--Bulan-Bulan-Ini-Harus-Jadi-Momen-Gerakan-Kebajikan-Pancasila.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Bersama dengan 9 (sembilan) tokoh nasional yang dilantik sebagai pengarah, aktivis dan cendekiawan muda Yudi Latief (53), Rabu (07/06/2017), di Istana Negara, Jakarta, dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP).

 

Seusai pelantikan dirinya kepada wartawan, Yudi mengemukakan, diluncurkannya UKP PIP melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 54 Tahun 2017 merupakan momentum untuk merekatkan kembali tenunan kebangsaan, karena Pancasila itu merupakan alat persatuan.

 

“Jadi dengan Pancasila bukan malah merobek persatuan tapi dengan Pancasila justru ingin merekatkan kembali simpul-simpul yang longgar. Ibarat sapu lidi itu kalau tidak diikat akan berserak, sapu lidi akan kuat kalau dia jadi satu ikatan yang kuat. Dan ikatan bagi Indonesia itu adalah Pancasila,” ungkap Yudi.

 

Menurut Yudi, dalam beberapa hari terakhir ini sudah terlihat gairah masyarakat untuk memeringati Pekan Pancasila, dan menurutnya momentum kegairahan ini harus diteruskan. Bahkan menurutnya, mestinya momen ini bisa dilanjutkan jadi bulan Pancasila.

 

“Di masa depan peringatannya itu bukan hanya pekan tapi akan bulan, menarik dari 1 Juni, disempurnakan di 2 Juni, dan berakhir absah ketika konstitusi dirumuskan pada tanggal 18 Agustus . Supaya saya kira pro kontra soal ini kita selesaikan dengan cara semua orang mengerti, bahwa Pancasila itu tidak sekali jadi tapi kontinyu mulai 1 Juni sampai 18 Agustus,” tutur dosen tamu di beberapa perguruan tinggi itu, seperti dilansir setkab.go.id.

 

Diakui Yudi, saat ini beberapa kementerian dan lembaga-lembaga negara masih menyelenggarakan peringatan Hari Lahir Pancasila. Ini menunjukkan, waktu sepekan memang tidak cukup untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.

 

Karena itu, menurut Yudi, di dalam bulan-bulan ini harus menjadi momen untuk gerakan kebajikan Pancasila. Sehingga , bukan hanya sekedar seremoni tapi betul-betul momen dimana setiap orang , setiap pihak , berusaha mengamalkan Pancasila itu di dalam laku hidup.

 

“Kita bayangkan pada momen itu, aktivis-aktivis  dari berbaga latar belakang agama akan bersilaturahmi, pengusaha-pengusaha besar akan bertemu dengan pengusaha-pengusaha kecil, saling berbagi pikiran, saling berbagi apa yang bisa dilakukan bersama sehingga masalah-masalah seperti kensenjangan sosial dan pengusaha-pengusaha besar bisa bersambung berbagi bagaimana proyek-proyek bisa dibagi dengan baik,” kata Yudi.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Pimpinan UKP PIP Minta Masukan Efektivitas Implementasikan Pancasila

Politik & Pemerintahan

Seskab Lantik Beben Hurmansyah Sebagai Kepala Sekretariat UKP PIP

Politik & Pemerintahan

Dibuka Kepala UKP PIP, Ratusan Mahasiswa dan Dosen Ikuti Program Penguatan Pendidikan Pancasila

Politik & Pemerintahan

Yudi Latief: Semangatnya Inklusif, UKP PIP Merefleksikan Keragaman Indonesia

Politik & Pemerintahan

Partai NasDem Apresiasi Pembentukan UKP PIP

Politik & Pemerintahan

Yudi Latief Kepala, Presiden Jokowi Angkat Megawati, Try Sutrisno, dan KH Ma’ruf Jadi Pengarah UKP PIP