Beritasumut.com-Pengurus Besar (PB) Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) menyatakan sikapnya untuk berlaku netral dalam Pemilihan Gubsu (Pilgubsu) yang akan digelar pada tahun 2018 mendatang. Namun, untuk organisasi di bawah nauangan PB MABMI diperbolehkan untuk memihak kepada salah satu calon. Di sisi lain, sebagai rumah besar organisasi Melayu, MABMI akan menciptakan kader terbaik untuk maju dalam Pilgubsu. “MABMI ini merupakan rumah besar organisasi Melayu yang ada. Sehingga kami tidak menyatakan dukungan kepada siapapun dalam Pilgubsu. Tapi kalau organisasi di bawah naungan MABMI mau memberikan dukungan silahkan saja kalau ada pilihannya, tapi kalau MABMI tetap netral,” ujar Ketua Umum PB MABMI, OK Arya Zulkarnain gelar Datuk Wira Setya Negeri, usai pelantikan pengurus besar MABMI periode 2016-2021, Jumat (19/05/2017). Begitu juga ketika disinggung terkait apakah dirinya berencana untuk maju menjadi calon Gubsu pada Pilgubsu mendatang, OK Arya langsung menyatakan kalau dirinya sama sekali tidak ada berniat untuk maju. “Nggak ada niat untuk maju, saya akan memajukan MABMI saja,” ujarnya sembari tersenyum. Lebih lanjut dikatakan OK Arya, MABMI akan melestarikan adat budaya melayu, terutama di kawasan Pantai Timur. Selain itu, pihaknya juga akan mempersiapkan SDM dan kader-kader terbaik Melayu sehingga bisa berperan di Indonesia. “Selain mengembangkan seni dan budaya, hal penting yang kami siapkan adalah SDM, kader terbaik MABMI. Untuk itu bidang pendidikan harus kami tingkatkan agar kader MABMI tidak tertinggal,” terangnya. Saat ini kata OK Arya, sudah banyak kader MABMI yang berkiprah. Bahkan, tiga kepala daerah di Sumut juga merupakan kader MABMI yakni Wali Kota Siantar, Wali Kota Tanjung Balai dan Wali Kota Binjai. “Ibarat pepatah kalau sudah sampai ombak ke tepian, maka kita harus mempersiapkan ombak yang dibelakang. Oleh karena itu ombak tidak akan ada habisnya. sama halnya dengan kader, kalau sudah ada kader yang ketepian, maka kita harus mempersiapkan kader pengganti yang lain sehingga MABMI tidak akan kehilangan kader terbaik,” jelasnya. Turut Hadir dalam kesempatan itu, Wali Kota Siantar, Tokoh masyarakat Melayu seperti Sultan Negeri Langkat, Sultan Kualo, Datuk Ulum 10 Negeri, Datuk Ramunia, Datuk Serba Jadi hingga Syaifuddin Siba sebagai Pemangku Agung. Ketua Panitia Pelantikan Pengurus Besar MABMI periode 2016-2021, M Subandi mengatakan sesuai dengan tema pelantikan ‘Menggali akar menjulang ke langit adat dijunjung martabat agung’, maka PB MABMI harus besar berakar dengan dukungan pengurush daerah (PD). “Saat ini ada 16 pengurus daerah yang menunjukkannya dengan hadir dalam pertemuan ini, di antaranya ada dari Tanjung Balai, Labura,Labusel dan lainnya,” kata Subandi. Subandi juga menyebutkan, dengan Ketua Umum PB MABMI yang saat ini dipegang oleh OK Arya Zulkarnain maka MABMI akan menjadi satu-satunya tempat berhimpunnya ormas melayu. “MABMI tidak terikat untuk dukung mendukung, kalau mau dukungan itu ada pada organisasi di bawah naungan MABMI. Saat ini ada 13 organisasi yang ada di bawah naungan MABMI, jadi kalau mau minta dukungan silahkan saja kepada 13 organisasi kita,” papar Subandi. (BS03)