Beritasumut.com-Puluhan buruh kembali mendatangi Kantor Gubsu di Jalan Diponegoro Medan Rabu siang (10/05/2017). Hidup layak dan upah layak merupakan isu yang dikembali diangkat para buruh. Selain itu buruh mendesak agar persoalan-persoalan buruh di Sumut yang perjanuari 2017 lalu sudah menjadi kewenangan Provsu segera dituntaskan. Dalam orasinya para buruh yang berasal dari Deliserdang dan Kota Medan menilai bahwa Gubsu Erry Nuradi tidak berpihak kepada buruh. Hal ini dibuktikan karena tidak selesainya persoalan buruh di tangan Dinas Tenagakerja Provsu di bawah kepemimpinan Kadis Bukit Tambunan. "Sudah setahun persoalan buruh tenaga kerja tak tuntas. Sebagai. Gubernur Tengku Erry dan juga Bukit Tambunan sebagai Kadis Tenaga Kerja kita anggap tak bekerja. Kalau ini terus terjadi, sepakat kita boikot pencalonan Erry Nuradi menjadi Gubsu. Sepakat kita desak agar Bukit Tambunan dicopot," teriak Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Willy Agus Utomo dari atas mobil pickup dengan pengeras suara. Dikatakan Willy sejumlah persoalan buruh yang tidak tuntas yaitu persoalan buruh di PT Star Indo Prima Tanjung Morawa dan juga persoalan yang terjadi di perusahaan milik Pemprovsu PT Perkebunan. Buruh menilai kebebasan berserikat yang telah diatur undang-undang malah dilanggar oleh perusahaan plat merah milik Pemprovsu yakni PT Perkebunan yang dipimpin Darwin Nasution. "Bagaimana persoalan buruh di Sumut diselesaikan sementara perusahaan daerah saja melakukan pelanggaran dibiarkan. Buruh di Tanjung Kaso Batubara di pecat karena berserikat. Kita minta Gubsu mencopot Dirut PT Perkebunan Darwin Nasution," tegasnya. Pantauan beritasumut.com di Kantor Gubsu para buruh menghentikan orasinya saat memasuki waktu sholat Zuhur. Demonstrasi kembali dilanjutkan setelah Sholat Zuhur selesai. "Kita mau yang menerima kita hari ini paling tidak Sekda atau minimal asisten yang membidangi Ketenagakerjaan. Kalau tidak kita akan menyatakan sikap yang lebih tegas hari ini," pungkasnya.(BS03)