Beritasumut.com-Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, drg Usma Polita menegaskan jika pada tahun 2017 ini, Pemerintah Kota (Pemko) Medan, telah menganggarkan jaminan Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang ditujukan bagi masyarakat miskin hingga sebesar Rp 73 miliar. "Tahun ini anggaran untuk PBI kota Medan paling besar. Pemko menganggarkannya hingga Rp 73 miliar," ujarnya, Jumat (05/05/2017). Usma mengatakan, hal itu merupakan keinginan dari Walikota Medan Dzulmi Eldin sendiri. Anggaran itu, sebutnya untuk mengcover orang tidak mampu, gelandangan, maupun anak terlantar."Sejak 2014, anggaran PBI memang memang terus meningkat. Walikota semangat sekali berkontribusi disini, sudah seperti duta PBI saja," sebutnya. Dengan besarnya anggaran PBI ini, Usma berharap dapat mengcover masyarakat yang tidak mampu di Medan. Sehingga, memiliki jaminan kesehatan. Di sisi lain, saat disinggung soal masih banyaknya anak panti asuhan yang belum dicover oleh PBI, padahal mereka memiliki hak, Plh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Medan, Sondang mengaku bahwasanya, saat ini data anak-anak panti asuhan sedang diverivikasi."Sedang kita verivikasi. Kita kan nggak mau ada data yang nantinya double. Makanya kita verivikasi," terangnya. Sondang mengatakan, jika verivikasinya sudah selesai, tentunya anak-anak panti asuhan yang ada di Kota Medan sudah dapat dijamin kesehatannya oleh pemerintah."Sabar dulu. Kan saat ini masih kita proses datanya," ujarnya. Namun saat disinggung kembali soal berapa banyak anak panti asuhan yang sudah memberikan datanya untuk di verivikasi, Sondang menjelaskan, bila pendataan itu mereka peroleh dari Dinas Sosial. Selanjutnya, Dinas Sosial menyerahkan kepada mereka, untuk selanjutnya diverivikasi dan diterbitkan. "Pastinya harus dilalui bertahap. Target kita kan pada 2019 semua masyarakat sudah tercover dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), apakah itu secara mandiri, hingga PBI," pungkasnya.(BS03)