Bertemu Suu Kyi, Presiden Jokowi: Stabilitas di Myanmar Penting Untuk Kawasan

Herman - Sabtu, 29 April 2017 14:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042017/7758_Bertemu-Suu-Kyi--Presiden-Jokowi--Stabilitas-di-Myanmar-Penting-Untuk-Kawasan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah bertemu pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi, di sela-sela kehadirannya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-30 ASEAN, di Manila, Filipina, Sabtu (29/04/2017).

 

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang mendampingi Presiden Jokowi pada kesempatan itu kepada wartawan mengatakan, Presiden menekankan bahwa bahwa kestabilan di Myanmar itu merupakan hal yang penting bukan hanya buat Myanmar, tapi juga buat kawasan. “Oleh karena itu, stabilitas perdamaian di Myanmar menjadi sangat penting untuk tetap dijaga,” kata Presiden sebagaimana disampaikan Menlu.

 

Untuk membantu Myanmar mengatasi masalah, maka selain bantuan yang sifatnya emergency pada saat itu, dengan 10 kontainer dan sebagainya, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia telah menyiapkan kerja sama jangka menengah dan panjang dengan Myanmar.

 

“Intinya adalah agar Rakhine State (tempat konflik Rohingya) bisa berkembang menjadi sebuah wilayah yang maju secara inklusif, yang tidak terjadi diskriminasi dan sebagainya,” kata Menlu mengutip Presiden Jokowi, seperti dilansir setkab.go.id.

 

Menurut Menlu, dalam pertemuan itu Presiden Jokowi menawarkan program untuk kesehatan, untuk pendidikan, untuk livehood program, dan lain-lain.

 

Sedangkan untuk masalah pembangunan masjid, menurut Menlu, Su Kyi mengatakan semua masalah perizinan telah selesai dari pihak Myanmar, sehingga konstruksi dapat dimulai sesegera mungkin.

 

Secara khusus, lanjut Menlu, juga dibahas mengenai kebutuhan untuk training polisi, dimana Myanmar hanya memiliki separuh dari kebutuhan polisi.

 

“Pernah disebut bahwa jumlah yang dimiliki sekitar 80 ribu tetapi sebenarnya jumlah yang diperlukan adalah 100 ribu. Suu Kyi mengatakan ingin bekerjasama dengan Indonesia dalam rangka capacity building untuk polisi-polisi,” terang Menlu.

 

Ditambahkan Menlu, dalam pertemuan itu Presiden Jokowi juga bicara mengenai masalah hasil laporan dari Komisi Kofi Annan, dimana Pemimpin Myanmar itu mengatakan bahwa sebagian rekomendasi sudah ditindaklanjuti.

 

Mengenai respons Aung San Suu Kyi, Menlu Retno Marsudi menjelaskan, bahwa secara khusus State Councellor Myanmar itu menyampaikan terima kasih kepada Indonesia yang selama ini sudah membantu Myanmar untuk menyelesaikan isu di Rakhine state.

 

“Suu menyampaikan bahwa situasinya memang tidak mudah, tetapi Daw Suu menyampaikan bahwa komitmen pemerintah Myanmar sangat kuat untuk memperbaiki situasi yang ada di Rakhine State,” ungkap Retno seraya menambahkan bahwa beliau mengatakan terima kasih sekali kepada Indonesia yang sudah secara konstruktif membantu Myanmar, dan dengan mengirimkan beberapa kali Menlu untuk terus berbicara dengan Myanmar.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Presiden Prabowo Sambut Presiden Erdogan dalam Upacara Kenegaraan di Istana Bogor

Politik & Pemerintahan

Bertemu PM Pakistan, Presiden Prabowo Bahas Peningkatan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan

Politik & Pemerintahan

Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral hingga Perdamaian Timur Tengah

Politik & Pemerintahan

Presiden Prabowo Temui Mahasiswa Indonesia di Al-Azhar

Politik & Pemerintahan

Presiden Prabowo Hadiri KTT D-8 di Mesir

Politik & Pemerintahan

Usai Lawatan ke Enam Negara, Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air