Beritasumut.com-Koalisi partai politik di Pilkada DKI Jakarta bisa terulang di Pilgub Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) misalnya, yang sukses mengantarkan kemenangan di Pilkada DKI menyatakan sangat terbuka peluang mengulangi koalisi di Pilkada DKI ke Pilgubsu. Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Happily) PKS Sumut Satria Yudha Wibowo, mengatakan, sangat mungkin koalisi Pilkada DKI Jakarta berlanjut ke Pilgub Sumut. Bahkan, menurutnya potensi koalisi Pilkada DKI berlanjut ke Sumut itu sangat besar. Soal calon yang bakal diusung, Satria menjelaskan, hingga sekarang pihaknya belum ada membahas nama calon tertentu. Jika mendengar keinginan kader, kebanyakan meminta agar dari internal PKS. "Komunikasi terus dijalankan, semua kemungkinan bisa terjadi. Kader usulkan internal, namun dari eksternal kemungkinan bisa terjadi juga. Lanjut koalisi dari Pilkada DKI juga terbuka lebar," kata Satria, Selasa (25/04/2016). Peluang koalisi terbuka lebar ini salah satunya karena tidak ada satu pun partai yang bisa mengusung sendiri paslonnya di Pilgubsu. Ketua DPW PPP Sumut Aswan Jaya mengatakan, koalisi Pilkada DKI sangat terbuka lebar berlanjut ke Pilgub Sumut. Apalagi DPW PPP Sumut sudah menjalin komunikasi intens dengan Partai Golkar dan PDI Perjuangan. "Bisa saja berlanjut dari DKI ke Sumut. Kita sudah jalin komunikasi dengan Golkar, dan sekarang kita lihat sendiri Djan Farid (Ketum PPP) lagi mesra-menaranya dengan PDI Perjuangan dan Golkar," kata Aswan. Sejauh ini, kata Aswan, DPW PPP Sumut belum ada menggodok nama calon tertentu untuk didukung dalam Pilgub Sumut mendatang. Namun, pihaknya sudah banyak menjalin komunikasi dengan partai lain. Selain dengan Golkar, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan PKB dan PAN. Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, sejauh ini partai Demokrat memang belum ada melakukan komunikasi khusus terhadap parpol koalisi Pilkada DKI Jakarta untuk melanjutkan koalisi di Pilgub Sumut. Meski begitu, kemungkinan parpol akan kembali koalisi di Sumut terbuka lebar, karena semua partai harus berkoalisi untuk bisa bertarung di Pilgub Sumut. "Tidak ada kan partai yang bisa usung calon sendiri di Sumut. Semua harus koalisi, jadi bisa saja koalisi di Pilkada DKI berpengaruh ke Sumut. Namun, ini kan masih sangat dinamis, apalagi masih lama, ya kita lihat saja nanti," kata Hinca.(BS07)