Sambut Hari Kartini, FPKS Usulkan Hj Rahmah El Yunusiyah Jadi Pahlawan Nasional

- Selasa, 18 April 2017 23:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042017/4493_Sambut-Hari-Kartini--FPKS-Usulkan-Hj-Rahmah-El-Yunusiyah-Jadi-Pahlawan-Nasional.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini
Beritasumut.com-Fraksi PKS DPR RI menyelenggarakan Diskusi Publik dalam rangka memperingati Hari Kartini. Diskusi Publik ini mengambil tema “Perempuan dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Wirausaha”. Pada momen ini Fraksi PKS mengusulkan secara resmi Pejuang dan Pendiri Diniyah Putri Sumatera Barat Hajjah Rahmah El Yunusiyah Menjadi Pahlawan Nasional.

 

Menurut Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, pengusulan ini sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan Fraksi PKS kepada Hajjah Rahmah El Yunusiyah sebagai perempuan pejuang sekaligus pendidik yang penuh pengabdian mendirikan Diniah Putri di Sumatera Barat sejak tahun 1923, yang kemudian meluas di pulau Jawa dan Sumatera.

 

“Peran dan kriprah Beliau mendapat pengakuan luas hingga ke Malaysia, Singapura dan Mesir. Maka sudah selayaknya bangsa ini memberikan gelar Pahlawan kepada beliau agar generasi penerus mampu meneladani perjuangan beliau,” kata Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini melalui siaran persnya, Senin (17/04/2017).

 

Terkait, materi diskusi publik Ketua Fraksi PKS ini mengatakan bahwa salah satu ciri bangsa yang maju di era kekinian adalah bertumpu pada meratanya kegiatan wirausaha (enterpreunership) warganya di berbagai bidang. Sementara negara-bangsa yang sedang berkembang, terlebih yang terbelakang, umumnya memiliki ciri warganya masih bergantung pada pemerintahnya. Wirausaha bermakna mandiri dan berdikari (berdiri di atas kaki sendiri), yang menjadi karakter bangsa besar. “Sayangnya, realitas kewirausahaan bangsa kita masih jauh terbelakang,” sambung Jazuli.

 

Menurut Jazuli, Indonesia baru memiliki 1,5 persen pengusaha dari sekira 252 juta penduduknya. Karenanya, katanya, Indonesia masih membutuhkan sekira 1,7 juta pengusaha untuk mencapai angka dua persen. Sementara di negara Asean seperti Singapura tercatat sebanyak 7 persen, Malaysia 5 persen, Thailand 4,5persen, dan Vietnam 3,3 persen dari jumlah pengusahanya. "Melihat sejumlah realita tersebut, Fraksi PKS menginisiasi Rancangan Undang-Undang tentang Kewirausahaan Nasional, yang bertujuan agar terjadi akselerasi dalam mendorong kewirausahaan di kalangan rakyat kita, terutama rakyat kecil dan pribumi," imbuhnya.

 

Perjuangan PKS, kata Jazuli, memperjuangkan kewirausahaan hingga melahirkan inisiatif RUU Kewirausahaan Nasional tidak lepas dari misi perjuangan Fraksi, yaitu memperjuangkan kerakyatan, keummatan, dan nasionalisme Indonesia. Terkait peran perempuan dalam konteks kewirausahaan sangat penting. Membangun bangsa ini tidak mungkin tanpa melibatkan perempuan. Dalam membangun rumah tangga saja perempuan menjadi elemen penting apalagi membangun bangsa dan negara. Diskusi kali ini mengangkat tema ekonomi karena FPKS sangat konsen terhadap kemandirian ekonomi rakyat termasuk kaum Hawa.

        

“Kita ingin melahirkan para perempuan tangguh yang mampu mandiri dan menjadi inspirasi serta berkontribusi dalam memberdayakan ekonomi keluarga, tapi tetap tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan dan peran-perannya dalam keluarga,” pungkas wakil rakyat dari daerah pemilihan III Banten ini. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Hadiri Bukber Fraksi PD, AHY: Suarakan Aspirasi Rakyat, Sukseskan Pemerintahan Prabowo

Politik & Pemerintahan

Kongres VI Demokrat Bakal Pilih Ketum hingga Pengisi Posisi Bendum

Politik & Pemerintahan

Jawaban Prabowo Saat Diminta Gerindra Maju Capres Lagi di 2029

Politik & Pemerintahan

Rapimnas Berubah Jadi KLB, Prabowo Tetap Jadi Ketum Gerindra 2025-2030

Politik & Pemerintahan

Dirgahayu ke-17 Partai Gerindra, Walikota Medan: Selalu Dukung Pembangunan yang Dilakukan Pemko Medan

Politik & Pemerintahan

Pemko Medan Tertibkan PPKS