Beritasumut.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat melakukan studi tiru tentang konsep e-Government ke Pemko Bandung. Dalam kegiatan ini, juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama dalam hal e-Government yang langsung ditandatangani para Kepala Daerah. “Konsep Smart City akan kami serap untuk pencapaian yang maksimal pada konsep e-Government di Kabupaten kami. Apresiasi kami kepada Pemko Bandung yang membuka ruang kerja sama yang begitu baik dengan Kabupaten Pakpak Bharat," ungkap Bupati Pakpak Bharat Dr Remigo Yolando Berutu MFin MBA kepada Walikota Bandung, Mochamad Ridwan Kamil ST MUD seperti dilansir dari laman resmi pakpakbharatkab.go.id, Jumat (14/04/2017). Sementara itu, Walikota Bandung berterima kasih karena mendapat kepercayaan jadi tempat belajar dan meniru program e-Government di Ibukota Jawa Barat ini. “Maka saya sebut ini dengan Studi Tiru karena berbeda maknanya dengan Studi Banding. Kabupaten Pakpak Bharat bukanlah yang pertama hadir untuk bekerja sama dengan Kota kami terkait implementasi Smart City. Ini juga membuat ikatan antar kita selaku Kepala Daerah semakin kuat, atau saya sebut dengan Major United, dan semoga akan mampu membawa perubahan kepada Indonesia," ujarnya. Ridwan menceritakan bahwa ada seorang Guru Besar dari Amerika Serikat mengutarakan bahwa Indonesia dapat berubah ke arah masa depan yang baik dan jika Presidennya hebat seperti Superman atau para kepala daerahnya kompak. “Prinsipnya adalah perbanyak kolaborasi, kurangi kompetisi karena kita NKRI.Kami memiliki 400 aplikasi dalam berbagai bentuk, termasuk yang masih menggunakan teknologi sederhana dalam komunikasi selular yaitu SMS (Short Message Services), seperti mendaftar untuk antrian di rumah sakit dan sebagainya," terang Ridwan. Bupati Remigo beserta rombongan juga berkesempatan untuk menyaksikan beragam aplikasi yang ada dan digunakan oleh Pemko Bandung, termasuk yang paling populer “Bandung Command Center” yaitu aplikasi dan layanan akses yang cepat dan efisien kepada masyarakat untuk memberikan bantuan terhadap permasalahan kota, secara 24 jam, dmana saja dalam wilayah pemerintahan Kota Bandung, misalnya laporan dan opini warga dari aplikasi dan media sosial, pantauan kamera CCTV dari jalan raya, peta kondisi lalu lintas, GPS tracker untuk melacak posisi kendaraan dinas, maupun data-data internal dari semua OPD.(BS02)