Baritasumut.com-Ratusan massa yang terlihat sedang melakukan aksi baku hantam dengan anggota Brimob dan polisi di depan kantor Walikota Binjai. Polisi yang kewalahan pun akhirnya meminta bantuan Brimob dan menurunkan puluhan anggota Brimob lengkap dengan tameng serta water canon. Dalam skenario itu, dibuat seolah kontak fisik tak terelakkan, karena massa tidak diberikan kesempatan untuk bertemu Walikota Binjai. Massa yang marah pun berbuat anarkis dengan cara melakukan pelemparan dan membakar ban. Kepala Detasemen A Pelopor Brimob Poldasu, AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengatakan, simulasi itu adalah latihan gabungan kontijensi penanggulangan huru hara dan sispamkota di wilayah hukum kota Binjai. "Simulasi ini akan berlangung hingga besok. Besok puncak simulasinya," katanya, Selasa (11/04/2017). Simulasi melibatkan personil gabungan dari Brimob Detasemen A Pelopor, Satpol PP, Polres Binjai, PMI, BPBD, Kodim 0203/Langkat, serta BNNK Binjai, laksanakan simulasi pengamanan Huru Hara di kota Binjai. Latihan gabungan Kontijensi ini akan di laksanakan selama tiga hari terhitung dari tanggal 10-12 April 2017, dan puncaknya akan di tutup di lapangan merdeka Binjai, besok, Rabu (12/04/2017). (BS08)