Beritasumut.com-Menjelang Pemilihan Kepala Daearah (Pilkada) Gubernur Sumatera Utara yang dijadwalkan tahun 2018, sejumlah partai politik (parpol) mulai menyiapkan calon yang akan diusung dalam pesta demokrasi tersebut. Partai Golkar misalnya, sebagai pemenang pemilu legislatif (pileg) 2014 di Sumut hampir memastikan akan mengusung Bupati Langkat Ngogesa Sitepu yang juga Ketua DPD I Golkar Sumut untuk Calon Gubernur Sumut 2018-2023. "Sebagai partai pemenang Pemilu 2014 di Sumut, Golkar tak mungkin melirik calon gubernur dari partai atau tokoh lain. Sudah hampir dipastikan Partai Golkar usung calon sendiri untuk Pilgubsu 2018, yakni Ngogesa Sitepu," kata Sekretaris DPD I Golkar Sumut Irham Buana Nasution, Kamis (30/03/2017). Dikatakannya, seluruh kader dan pengurus Golkar mulai dari desa sampai DPD menginginkan agar Ngogesa yang saat ini menjabat periode kedua Bupati Langkat diusung sebagai calon gubernur. DPD pun sudah memutuskan bahwa Ngogesa Sitepu akan menjadi prioritas untuk didukung. "Bukan hanya karena Ngogesa sebagai Ketua DPD Golkar Sumut, namun juga melihat dari jejak rekam Ngogesa sebagai Bupati Langkat dua periode. Keputusan (DPD Golkar Sumut) ini tinggal kita laporkan ke DPP Golkar," terangnya, seraya optimis dengan raihan 17 kursi di DPRD Sumut, Golkar akan dengan mudah mendapatkan koalisi. Mantan Ketua KPU Sumut ini, mengungkapkan, paling lambat Juni sudah ada deklarasi Ngogesa Sitepu sebagai calon Gubsu. "Kita usahakan deklarasi itu bersamaan dengan calon kepala daerah lain yang diusung partai Golkar," ujarnya. Mantan Direktur LBH Medan ini menyebut, Golkar sudah menjaring beberapa nama untuk dipasangkan dengan Ngogesa Sitepu di Pilgubsu. Ngogesa, kata dia, menginginkan agar sosok yang mendampinginya kelak merupakan pemersatu. "Sudah ada beberapa nama yang kita lihat, ada dari kalangan parpol, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh lintas agama. Paling lambat Juni sudah kita umumkan," ucapnya. Sementara, PDIP sebagai pemenang kedua Pileg 2014 di Sumut dengan raihan 16 kursi, hingga saat ini masih belum menentukan sikap. Dengan keharusan koalisi untuk bisa mengusung paslon di Pilgub 2018, PDIP pun membuka komunikasi dengan partai lain. "PDIP pasti menginginkan kader diusung sebagai calon gubernur, bukan wakil. Sudah ada komunikasi dengan partai lain maupun tokoh-tokoh. Ada Tengku Erry (Gubsu), Edi Rahmayadi (Pangkostrad), Ngogesa Sitepu (Bupati Langkat), dari eksternal. Lalu di internal ada Japorman (Ketua PDIP Sumut), Maruarar (Anggota DPR RI), Junimart (DPR RI) dan Pak Sukur," katanya. Menurut Sutarto, DPD pada waktunya akan membuka penjaringan yang akan dimulai Mei-Juli. Lalu dilakukan penyaringan dan hasilnya diserahkan ke DPP untuk ditentukan siapa calon yang diusung.(BS01)