Tutup KTT, Presiden Jokowi Dorong IORA Prakarsai Solusi Praktis Hadapi Tantangan Nyata

Herman - Rabu, 08 Maret 2017 11:48 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032017/7927_Tutup-KTT--Presiden-Jokowi-Dorong-IORA-Prakarsai-Solusi-Praktis-Hadapi-Tantangan-Nyata.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara di kawasan Samudera Hindia, yang tergabung dalam Indian Ocean Rim Association (IORA), yang berlangsung sejak Sabtu (05/03/2017) lalu, di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Senin (07/03/2017) sore, resmi ditutup oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, KTT IORA 2017 telah membahas banyak aspek penting dan berkaitan dengan tantangan-tantangan sekaligus peluang-peluang di kawasan Samudera Hindia.

 

Untuk itu, Presiden Jokowi mengajak berbagai forum di bawah naungan IORA untuk terus memprakarsai solusi-solusi yang praktis atas tantangan-tantangan  nyata yang dihadapi IORA.

 

“Saya mengimbau agar ada tindak lanjut setelah ini,” pinta Presiden Jokowi seraya menekankan bahwa yang paling penting adalah follow up.

 

Di samping solusi-solusi praktis, Presiden juga mengingatkan bahwa para pemimpin negara juga perlu memikirkan untuk membangun sebuah budaya. Hal ini karena akar dari segalanya adalah budaya, termasuk budaya sosial dan budaya politik.

 

“Jadi akar daripada segalanya adalah budaya, termasuk budaya sosial dan budaya politik,” tegas Presiden.

 

Presiden Jokowi memberi contoh, untuk membangun masyarakat agar giat berusaha dan mau menggarap peluang yang ada, diperlukan budaya yang berorientasi pada keterbukaan, yang sifatnya mendengar, penuh dengan pengertian, penuh dengan, tidak hanya toleransi, tetapi juga menerima perbedaan.

 

“Kita harus membudayakan bahwa bangsa kita melihat perbedaan bukan sebagai suatu yang memisahkan kita satu sama lain, tetapi sebagai sesuatu yang memperkaya di saat kita bergabung dan bekerja sama,” tambah Presiden.

 

Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas berbagai kontribusi para pemimpin negara pada KTT IORA itu, dan memberikan penghargaan kepada para Menteri, para pejabat tinggi, dan para anggota delegasi yang telah bekerja keras menyelenggarakan KTT IORA dan menghasilkan Jakarta Concord dan Action Plan IORA.

 

“Atas nama komunitas IORA, terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak Ibu sekalian di Jakarta minggu ini,” kata Presiden, seperti dilansir setkab.go.id.

 

Tak lupa, Presiden Jokowi juga menyampaikan ucapan selamat kepada Afrika Selatan selaku chair yang berikutnya dari IORA.

 

“Sampai bertemu di Afrika Selatan,” ujar Presiden seraya menutup KTT IORA 2017.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Bakamla RI Partisipasi dalam Forum IORA di Sri Lanka

Politik & Pemerintahan

Presiden Jokowi Ajak Negara IORA Implementasikan Jakarta Concord Secara Konstruktif

Politik & Pemerintahan

Samudera Hindia Kawasan Yang Menantang Sekaligus Memberikan Peluang

Politik & Pemerintahan

Presiden Jokowi: Kita Butuh Internasionalisme Yang Berakar Pada Nasionalisme

Politik & Pemerintahan

Para Pejabat Tinggi IORA Siapkan Hasil-hasil Akhir Leaders Summit

Politik & Pemerintahan

Teguhkan Diri Sebagai Poros Maritim Dunia di KTT IORA