Beritasumut.com-Pemerintah Kota (Pemko) Medan masih memiliki utang terhadap 20 paket pengerjaan drainse di tahun 2016. Saat ini, inspektorat masih mengevaluasi pengerjaan proyek tersebut yang pengerjaannya tak tepat waktu. Terkait lambatnya pengerjaan proyek tersebut, pengamat anggaran Elfenda Ananda sangat menyangkan hal itu. Menurutnya perencanaan Pemko Medan untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat kurang matang. Sehingga pekerjaan pun molor alias tak sesuai dengan waktunya. Ia mengatakan Pemko Medan harus mengedepankan kepentingan rakyat. "Kepentingan rakyat itu harus diutamakan. Buat perencanaan matang. Sehingga, fasilitas untuk rakyat itu bisa segera dirasakan oleh rakyat," ujarnya. Sebelumnya, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution menyebutkan kalau infrastruktur adalah program prioritas di 2017. Tahun ini, katanya, Pemko Medan mengutamakan meminimalisir genangan air dengan memperbaiki drainase terlebih dahulu. Setelah itu barulah melakukan pengaspalan jalan. "Februari sudah mulai tender. Jadi akhir April sudah bisa dikerjakan," terang Akhyar. (BS03)