Batalkan Kuala Tanjung Sebagai Pelabuhan Hubungan Internasional, Gubsu Akan Temui Menhub

- Kamis, 26 Januari 2017 00:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012017/3707_Batalkan-Kuala-Tanjung-Sebagai-Pelabuhan-Hubungan-Internasional--Gubsu-Akan-Temui-Menhub.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Gubsu foto bersama usai acara.
Beritasumut.com-Pengalihan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan pengumpul atau hubungan internasional ke pelabuhan Tanjung Priok mendapat protes dari Gubernur Sumut HT Erry Nuradi MSi. Rencananya, Gubsu akan menyampaikan keberatan ke Menteri Perhubungan secara langsung.Gubsu juga berharap Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyampaikan kepada Menteri Perhubungan RI terkait keberatan Provinsi Sumut atas pengalihan tersebut.

 

“Kalau membaca media kami sedikit complain kepada pemerintah pusat khususnya Menhub yang telah menggeser Pelabuhan Kuala Tanjung ke Tanjung Priok. Kami mohon Pak Ketua KEIN sampaikan ke Menhub, kami juga akan menyampaikan langsung agar dikembalikan lagi,” ujar Gubsu saat menghadiri Seminar dan FGD Industrial pilihan KEIN dalam kerangka Industrialisasi Indonesia 2045 di Aston City Hall, Rabu (25/1/2017).

 

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatalkan rencana Pelabuhan Kuala Tanjung yang akan dijadikan Pelabuhan Hub Internasional untuk wilayah barat. Kemenhub lebih memilih Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Patimban di Subang, Jawa Barat. Keputusan pemerintah itu dituangkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan No 901/2016 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) yang baru ditandatangani pada 30 Desember 2016 lalu. Dalam RIPN tersebut, Pelabuhan Kuala Tanjung diputuskan hanya sebagai pelabuhan internasional. 

 

Padahal sebelumnya, pelabuhan yang terletak di Kabupaten Batubara itu ditetapkan sebagai pelabuhan hubungan internasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 32 Tahun 2011 tentang MP3EI Tahun 2011-2015.

 

Dikatakan Gubsu, berbagai alasan kenapa Kuala Tanjung tetap harus menjadi hubungan internasional di antaranya karena berdasarkan studi kelayakan (feasibility) yang ada bahwa pelabuhan Kuala Tanjung berpotensi menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia bahkan bisa menampung hingga 21 juta TEUs pertahunnya.  

 

“Pelabuhan Kuala Tanjung sejak peletakan batu pertama dalam 100 hari kerja Presiden Jokowi sudah 500 ribu TEUs dan punya potensi sampai 21 juta bahkan lebih. Ini merupakan potensi yang sangat besar, dan modulnya sudah dibuat Pelindo. Sehingga tinggal dikembangkan saja sesuai dengan kemampuan keuangan baik melalui APBN maupun APBD. Ini bisa menjadi kebanggaan Sumut. Kita akan memohon kepada Menhub agar bisa mengembalikan Kualatanjung menjadi Pelabuhan eksport import kembali,” papar Gubsu.

 

Dikatakan Gubsu selain memiliki kekayaan dibidang Maritim dengan pantai timur, pantai barat dan kepulauan Nias, Sumut juga memiliki potensi di sektor Agro di mana Sumut memiliki 3 juta hektar kawasan hutan, 2 juta hektar kawasan Perkebunan di mana 1,6 juta hektarnya Perkebunan kelapa sawit.  

 

Begitu juga di bidang Pariwisata Sumut juga kaya akan potensi tersebut salah satunya Danau Toba yang masuk dalam kawasan strategis nasional dan akan dikembangkan menjadi kawasan wisata bertaraf internasional. Untuk menunjang hal ini pemerintah pusat telah menerapkan Badan Otoritas Danau Toba yang akan mengelola kawasan 500 hektar untuk dibangun kawasan wisata berstandart internasional.

 

Sebelumnya, Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Sutrisno Bachir mengatakan bahwa kegiatan Seminar dan FGD Industrial di Aston City Hall merupakan roadshow KEIN kelima kalinya di Perguruan Tinggi. Sebelum ke Sumut, pihaknya mengunjungi ITB, UI, IPB dan UGM.

 

Kegiatan ini lanjutnya merupakan salah satu tugas dari KEIN yaitu tugas-tugas lainnya yakni ditugaskan membuat roadmap industrilisasi jangka pendek, menengah maupun panjang sampai dengan 2045.

 

Setelah melakukan kajian-kajian, pertemuan-pertemuan dan studi banding ke luar negeri, KEIN memilih empat sektor Industri yang bukan hanya manufaktur melainkan kegiatan-kegiatan yang menghasilkan nilai tambah. ”Alasan pilihan itu adalah bersumber dari Indonesia. Yakni Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusianya,” ujar Sutrisno.

 

Dijelaskan Sutrisno keempat Sektor tersebut adalah agro industri yang meliputi bidang pertanian dan kehutanan, sektor maritim yang meliputi yang ada di laut maupun yang ada diatasnya yaitu transportasi. Selanjutnya sektor Pariwisata dan sektor Ekonomi Kreatif dan teknologi informasi dan komunikasi (ICT).“Diharapkan keempat sektor yang difokuskan dapat menjawab persoalan-persoalan pembangunan dan kesenjangan terutama ekonomi,” terangnya.

 

Sutrisno berharap melalui seminar dan FGD ini nantinya akan menghasilkan masukan-masukan yang produktif untuk menjawab segala persoalan-persoalan yang ada di Indonesia khususnya di Sumatera Utara.

 

Turut hadir mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sekjen Bambang Hendroyono, Rektor USU yang diwakili Wakil Rektor IV Bidang Perencana, Pengembangan dan Sistem Informasi USU Prof Dr Ir Bustami Syam, MSME, Ketua Komite Ekononomi Industri Nasional (KEIN) Sutrisno Bachir, Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta, dan pengurus KEIN lainnya seperti Benny Pasaribu, Haris Mukti, Andre Sudibyo, Ipang Wahid.(BS03)


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Segera Sampaikan Laporan Keuangan TA 2024, Pemprov Sumut Targetkan Opini WTP Ke-11

Politik & Pemerintahan

Anggaran Kemenhub Dipangkas, Damri Harap Angkutan Perintis Tak Terdampak

Politik & Pemerintahan

Pemprov Sumut dan MUI Tandatangani Piagam Kesepahaman Pembangunan Masyarakat Maju dan Berakhlak

Politik & Pemerintahan

Apel Perdana 2025, Pj Gubernur Sumut Ingatkan ASN Terus Berikan Layanan Terbaik pada Masyarakat

Politik & Pemerintahan

HUT Ke-76 Provinsi Sumut Pj Gubernur Sampaikan Berbagai Capaian Sumut yang Lebih Baik dari Nasional

Politik & Pemerintahan

MTQ ASN dan Non ASN Lintas lnstansi, Pj Gubernur Sumut Serahkan Hadiah Ibadah Umrah kepada untuk Para Juara