Beritasumut.com-Pemerintahan Provinsi (Pemprov) memiliki Pekerjaan Rumah (PR) untuk mendorong Kabupaten/Kota di Sumatera Utara (Sumut) agar menerapkan konsep “wisata halal” khususnya di kawasan Danau Toba. Wisata Halal dimaksud adalah untuk menjamin para turis wisatawan mancanegara maupun lokal yang beragama Islam agar bisa menikmati kuliner halal maupun penyediaan tempat ibadah di lokasi wisata tersebut. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sumut Elisa Marbun, saat disinggung salah satu upaya Pemprov Sumut untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Danau Toba. "Wisatawan muslim tentu perlu mendapatkan jaminan tempat makan dan minum yang terjamin kehalalannya. Jadi mereka tak perlu lagi bingung memikirkan mau makan atau menjalankan ibadah Sholat. Dengan tersedianya fasilitas tersebut, tentu para wisatawan akan tidak terbebani sehingga mereka tidak kuatir saat mengunjungi salah satu objek wisata," ujar Elisa, Jumat (20/01/2017). Penyediaan Wisata halal, lanjut Elisa, dapat dilakukan dengan membuat zona khusus bagi kuliner berlabel halal. Dengan zonasi tersebut, maka satu kawasan dijadikan pusat tempat makan dan minum bagi yang mengutamakan produk halal. Lokasi dimaksud, tidak dicampurkan dengan tempat makan yang kategori tidak halal umat Islam. "Kita minta kabupaten/kota agar ada zona khusus tempat makan. Jadi lokasinya tidak berdekatan dengan rumah makan yang non halal. Sehingga keresahan mereka mengunjungi suatu daerah akan hilang," sebutnya. Dikatakannya, hingga kini kondisi keberadaan tempat makan di beberapa lokasi wisata di kawasan Danau Toba masih belum menunjukkan adanya zonasi dimaksud. Misalnya, rumah makan halal berdekatan dengan rumah makan non halal, tentu akan membuat orang menjadi enggan makan di tempat itu. "Bayangkan saja ada rumah makan halal, di sebelahnya ada rumah makan yang tidak halal. Memang tempatnya berbeda, tetapi asap dan aromanya kan bisa saja terhirup. Ini salah satu alasan mereka enggan datang," sebutnya. Terkait hal ini, pihaknya juga telah menyurati pemerintan kabupaten se-kawasan Danau Toba untuk menyiapkan zona khusus sebagai pusat kuliner halal. Apalagi negara tetangga Indonesia yang terdekat yakni Malaysia penduduknya mayoritas muslim. Untuk mendukung ini semua, tentunya ada dukungan Pemkab setempat dengan melahirkan regulasi tentang zonasi kawasan Kuliner halal tersebut. "Bahkan Malaysia juga sudah menawarkan bantuan agar dibangunkan masjid tempat ibadah. Namun belum mendapatkan persetujuan lahan dari Pemkab setempat. Kita sudah surati Kabupaten Kota. Mudah-mudahan target kunjungan satu juta wisatawan dapat diraih pada 2019 mendatang," pungkasnya. (BS03)