NasDem:Teknologi Pertahanan Bisa Kita Buat sendiri, Tak Ada Alasan Impor

- Jumat, 20 Januari 2017 03:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012017/845_NasDem-Teknologi-Pertahanan-Bisa-Kita-Buat-sendiri--Tak-Ada-Alasan-Impor.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Anggota Komisi I DPR RI, Prananda Surya Paloh.
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo menyoroti industri pertahanan dalam negeri beberapa hari lalu. Presiden memberikan pengarahan agar industri pertahanan Indonesia bisa go international. Menurut Jokowi, sudah waktunya produk pertahanan nasional mampu bersaing secara kompetitif. 

 

Baru-baru ini, KSAU yang baru di lantik, Marsekal Hadi Tjahjanto juga menyatakan berkomitmen memprioritaskan perbaikan menajemen Angkatan Udara, termasuk mengevaluasi pembelian pesawat. KSAU memiliki sejumlah target terkait perbaikan di TNI AU. Salah satunya adalah mewujudkan zero accident (tanpa kecelakaan) dalam hal penerbangan di TNI.

 

Menanggapi hal tersebut Anggota Komisi I DPR RI, Prananda Surya Paloh menilai, itu artinya industri pertahanan nasional diakui tak kalah tanding dengan Industri luar negeri.“Intinya sederhana, pertama kita harus realistis. Yang saya maksud dengan realistis adalah ada teknologi yang kita bisa buat sendiri, itu nggak ada alasan untuk impor,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (19/01/2017)

 

Kendatipun masih belum high tech, pabrik baja, komponen otomotif, dan elektronika, adalah contoh nyata land and sea technology ekosistem industrinya sudah dikuasai nasional.

 

Menurutnya, meski hal ini naif, tidak masalah untuk sementara waktu beberapa kelengkapan masih didatangkan dari luar, seperti aerospace technology. Hal ini disebabkan karena untuk industri alumunium, industri penghasil paku keling (rivet) pun, Indonesia belum memiliki pabriknya. "Apalagi supply chain nasional yang terkait aerospace, mulai dari engine sampai avionics," kata Nanda.

 

“Semua itu impor, sebab risetnya pun butuh anggaran besar. Saya maksudkan naif adalah jangan juga membohongi diri sendiri. Jangan sampai pesawat dan helikopter canggih buatan negara lain di sebut produk dalam negeri, hanya karena kita hanya merakitnya,” tambahnya.

 

Dia menandaskan, jika ada yang mengklaim begitu, ia harus diaudit dan diumumkan secara transparan. Hal ini perlu dilakukan, selain mempertanggungjawabkan dana rakyat, juga untuk mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki dan dievaluasi keberadaannya.“Begitu juga kalau beli pesawat atau helikopter luar negeri, jangan naif tidak meminta adanya local content. Atau jika tidak, minta adanya bisnis lain, misalnya maintenance, repair, dan overhaul (MRO) atau bengkel bersama melayani pasar Asia. Syukur-syukur invest buat sesuatu disini," cetusnya.

 

Prananda menuturkan, adalah naif juga jika tidak ada yang namanya "jargon" alih teknologi. Sebab kalau mau alih teknologi kita harus beli lisensi, atau harus melakukan investasi besar-besaran untuk research and development sendiri. Bahkan jika mau kita harus 'mencuri' teknologi melalui spionase industri.“Mungkin pahit, namun saya yakin dengan berbekal realistis dan tidak naif ini kita Insya Allah akan bisa maju,” pungkasnya.(Rel)


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Pasar Murah Imlek 2026 di Medan, Pemkot Hadir Bantu Warga Jelang Perayaan Tahun Baru Tionghoa

Politik & Pemerintahan

Hadiri Bukber Fraksi PD, AHY: Suarakan Aspirasi Rakyat, Sukseskan Pemerintahan Prabowo

Politik & Pemerintahan

Goodby Gangguan Seismik! Teknologi Baru Pengolahan Data dengan Kualitas Terbaik

Politik & Pemerintahan

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintahan Bersih dan Pemanfaatan Sumber Daya Secara Bijak

Politik & Pemerintahan

Sekda Langkat Pimpin Apel Hari Kesadaran Nasional, Tekankan Digitalisasi Pemerintahan

Politik & Pemerintahan

KemenPAN-RB dan Komdigi Kolaborasi Wujudkan Pemerintah Digital