Beritasumut.com-Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bahlil Lahadalia memberikan pandangannya mengenai sosok pemimpin ideal bagi bangsa Indonesia. Ditengah gejolak politik dan ekonomi yang terjadi, Bahlil mengkritisi beberapa masalah yang terjadi dalam negeri yang masih belum dapat diselesaikan pemerintah.“Saya harus mengatakan bahwa hari ini 1% penduduk nasional di bangsa ini menguasai 53% akses ekonomi. Yang kedua, gini rasio kita masih 0,4%, dan ketiga kita tengah terbelit gempuran tenaga kerja asing (TKA),” ujar Bahlil saat acara peluncuran buku karya Anggawira dalam “Dialog Memotret Kepemimpinan” di Jakarta, Senin (09/01/2017).Menurut Bahlil, esensi dari sebuah kepemimpinan adalah untuk memproteksi segenap warga negaranya dan mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. Dalam hal ini, Bahlil mengaku dirinya bersikap objektif dalam menilai kepemimpinan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).Dalam paparannya, Bahlil juga sedikit ‘menyentil’ persoalan BUMN. Dimana Presiden memberikan ‘lampu hijau’ untuk merekrut tenaga kerja asing (TKA) memimpin perusahaan-perusahaan BUMN. Diharapkan, tenaga kerja lokal dapat belajar dan mencontoh cara kerja dari TKA tersebut. Hal serupa pernah dipraktekan oleh pemerintah di negara tetangga, Singapura. Dan terbukti berhasil membawa perubahan poitif bagi kinerja BUMN di negara tersebut. akan tetapi, Bahlil menilai esensi dari permasalahan BUMN dalam negeri bukan terletak pada tenaga kerja melainkan dari sistem pemerintahan Jokowi sendiri.“Kalau sistem pemerintah masih menekan BUMN dan menjadikannya sebagai komoditi-komoditi politik, maka BUMN sulit menjadi profesional. Jadi esenisnya bukan siapa yang akan memimpin BUMN tapi seberapa besar jiwa besar penguasa dan politisi untuk ‘melepaskan’ BUMN menjadi profesional,” ungkap Bahlil.(rel)