Beritasumut.com-Lelang jabatan eselon II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) dipastikan segera dibuka. Sekertaris Daerah Provsu Hasban Ritonga bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Selasa besok (10/1/2017) rencananya akan menemui Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta untuk meminta ijin terkait pelaksanaa lelang jabatan untuk 18 jabatan yang kini diisi oleh pelaksana tugas (PLt). "Besok kami ke KASN, setelah itu pengumuman lelang jabatan akan dilakukan hingga 10 hari, sambil berjalan menerima pendaftaran, supaya cepat. Pengumuman akan disebarkan di tempat yang mudah dilihat umum dan melalui kominfo agar disebarkan ke media," kata Sekdaprovsu Hasban Ritonga kepada wartawan, Senin (09/01/2017). Untuk lelang jabatan tersebut, lanjut Hasban, terbuka untuk ASN di luar Pemprovsu. "Pelaksana tugas atau pejabat eselon III yang ditempatkan sementara dijabatan eselon II boleh ikut lelang, begitu juga eselon III kabupaten kota boleh syaratnya sudah pernah lima tahun menjabat eselon III atau kurang dari lima tahun asal di dua tempat jabatan eselon III. Kalau eselon II kab/kota harus izin dari bupati atau wali kotanya," ujarnya lagi. Dijelaskan Hasban, batasan usia maksimal yang boleh ikut lelang umur 57 tahun, lebih dari itu tidak boleh. Dia tidak menjamin yang saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas kepala di Dinas/Biro seperti Dinas Bina Marga, Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura, BKD dan lainnya akan didefinitifkan. "Tidak ada jaminan walaupun mereka ikut lelang, ini tim panitia seleksi banyak dari luar," ujarnya. Adapun jabatan yang dilelang Dinas Kesehatan Sumut, Bappeda Sumut, BKD Sumut, Dinas Peternakan, Ketahanan Pangan dan Holtikultura, Bina Marga, Pengelolaan Sumber Daya Air, Dinas Tarukim, Inspektorat, Kesbangpolinmas, Biro Keuangan, Biro Otda, Biro Pemerintahan Umum, Biro Perekonomian, Biro Humas, Disdukcapil, Administrasi Pemerintahan dan lainnya. Dia juga mengingatkan agar para pejabat yang ikut lelang jangan percaya atas isu yang bisa menempatkan dirinya di satu dinas. "Saya pastikan itu tidak ada, jangan percaya sama orang yang mengaku dekat dengan saya," ujarnya. Para pejabat yang ikut lelang ini juga akan mengikuti uji kompetensi. "Misalkan nanti di satu dinas ada lima orang yang mendaftar, maka pansel langsung saja bekerja melakukan uji kompetensi sesuai dengan yang dituju. Target kita bisa di SK hasil lelang akhir bulan ini, biar cepat karena kita sudah terlambat dari daerah lain," pungkasnya. (BS03)