Indonesia Darurat Hoax, Pemerintah Petakan Masalah Komunikasi

- Minggu, 08 Januari 2017 14:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012017/3881_Indonesia-Darurat-Hoax--Pemerintah-Petakan-Masalah-Komunikasi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Berita hoax.
Beritasumut.com-Kondisi komunikasi di media sosial saat ini rentan terhadap konflik, sehingga beberapa media mengatakan Indonesia 'Darurat Hoax'. Kemajuan teknologi memberikan kemudahan terhadap akses informasi yang lebih beragam dan cepat, namun kelemahannya berdampak pada akurasi dari informasi tidak menjadi prioritas. Tantangan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk kembali menata pengelolaan komunikasi dan informasi.

 

Melalui Focus Group Discussion 'Pemetaan Permasalahan Komunikasi dan Informasi' yang dihadiri oleh perwakilan Patria Ginting (Tim Komunikasi Presiden), Whisnu (Kantor Staff Presiden), Nukman Luthfie (Pakar Medsos), Ismail Fahmi (Founder Awesometric) dan Freddy H Tulung (Pakar Komunikasi) yang diharapkan dapat memetakan permasalahan informasi dan komunikasi.

 

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemkominfo, Rosarita Niken Widyastuti menyampaikan saat ini media sedang bermetamorfose dengan perkembangan IT, perkembangan politik dan perkembangan ekonomi yang pada akhirnya mengubah budaya berkomunikasi, terutama dalam kehidupan dunia maya yang berdampak pada relasi kehidupan nyata.

 

"Tentu hal tersebut memberikan efek pada kepentingan-kepentingan nasional. Konflik sangat mungkin terjadi di media sosial yang dapat berdampak pada dunia nyata," ungkapnya dilansir dari laman resmi kominfo.go.id, Minggu (8/1/2017).

 

"Literasi pada masyarakat, menggandeng orang-orang aktif dimedia sosial yang bersebrangan dan pembekalan terhadap humas pemerintan mengenai kehidupan media sosial urgent dilakukan," sambung Nukman Lutfi selaku Pakar Media Sosial.

 

Hal tersebut pun diamini oleh Wishnu, "Proses literasi perlu dilakukan tidak hanya pada masyarakat namun juga pada aparatur pemerintah untuk mengindari kekacauan komunikasi".

 

Freddy H Tulung menambahkan perlunya edukasi literasi secara terus menerus yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat, "Masyarakat tidak hanya diedukasi untuk menseleksi sebelum sharing namun menciptakan masyarakat yang produktif dalam berkomunikasi," kata Freddy.

 

Patria menyampaikan bahwa literasi dapat dimulai dengan mengecek pada sumber-sumber media mainstream sebelum dishare. "Perlu ada upaya untuk menggiring masyarakat untuk kembali percaya pada media-media mainstream diluar permasalahan kapitalisme media," ungkap Patria.

 

Hal tersebut sesuai dengan data yang disampaikan Nukman, bahwa sebagian besar generasi muda saat ini lebih memilih mencari informasi di media sosial dibanding media mainstream."Proses demokrasi tetap perlu dijaga melalui proses counter narrative yang kredibel secara cepat dengan bahasa medsos, menjalin dengan komunitas medsos dan rutin melakukan act checking via situs," timpal Ismail Fahmi. (BS02)

 


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Kolaborasi Bank Sumut dan Media Kunci Pembangunan Daerah yang Berkah

Politik & Pemerintahan

Menkomdigi Ungkap Prabowo Minta Aturan Medsos Terkait Anak Dikebut 2 Bulan

Politik & Pemerintahan

Menkomdigi Akan Keluarkan Aturan Pemerintah soal Batas Usia Akses Medsos

Politik & Pemerintahan

Redam Hoax Jelang Pilkada, Polda Sumut Gelar FGD Cooling System Bersama Puluhan Wartawan

Politik & Pemerintahan

Massa PBB Geruduk Mapolrestabes Medan, Minta Boasa Simanjuntak Dibebaskan

Politik & Pemerintahan

Bertemu dengan Influencer dan Konten Kreator, Ini yang Dibahas Bobby Nasution