Beritasumut.com-Menjadi Smart City, Pemerintah Kota (Pemko) Medan merencanakan membangun sistem transportasi handal.Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan Zulkarnaen Lubis mengatakan, Kota Medan akan menjadi kota masa depan sesuai dengan visi. Inspirasi ini karena Medan ingin menjadi kota kelas dunia. "Jadi kota ini nantinya didukung oleh sistem digital layanan publik. Semua pelayanan publik berdasarkan digital web," ujar Zulkarnaen, Kamis (22/12/2016). Dia mengatakan sistem transportasi yang ada di Medan seperti Light Rail Transit (LRT). Biayanya berkisar Rp 6-7 triliun. Kemudian Bus Rapid Transit (BRT) yang membutuhkan biaya sekitar Rp600 sampai Rp 700 miliar. Belum lagi pembangunan jalan layang tol, adanya elevated rail way. Sehingga tak membutuhkan lagi yang namanya operator. Pembangunan ini didukung oleh Kementerian PU, Bappenas, Kementerian Keuangan. Ia menyebutkan, pembangunan itu juga bisa didukung oleh swasta. Zul mengatakan, perencanaan ini telah didiskusikan dan dibahas oleh Pemko Medan sejak 2014. Jadi sekarang ini, tinggal tahap implementasinya. "Termasuk lah itu underpass, pembangunan jalan layang di Aksara, Pondok Kelapa, Kampung Lalang, Jamin Ginting dan Amplas. Itu adalah bagian dari Medan menuju 2021," katanya. Koridor yang mesti dirancang seperti Jalan Gatot Subroto sampai Bandar Selamat dan Jalan Gagak Hitam sampai Tanjung Mulia dibangun jalan tol. Jalur LRT dibangun dari Laucih sampai Bandar Selamat/Aksara. Kemudian BRT dari Jalan Sisingamangaraja menuju pusat kota. Dengan pembangunan itu, kata Zul, maka Kota Medan juga bisa menjadi pusat pendidikan dan pelayanan regional. Kegiatan ekonomi pun menggeliat. Sehingga menumbuhkan lapangan pekerjaan baru. "Dengan begitu berharap juga sektor yang lain juga berkembang, seperti pariwisata. Sudah pernah berkomunikasi dengan Organda. Waktu itu Dishub yang menyosialisasikan menuju Medan 2021," katanya sembari menyebut sudah ada investor yang berminat untuk berinvestasi. Selain transportasi, Kota Medan pun serius menuju pelayanan e-governmen, sehingga publik yang semakin mudah dan akuntabel. Tahun depan, Pemko Medan pun membangun pusat data dan server yang terintergreted. "Kita bangun common center-nya, ruang publikasi. Kota ini memberikan pelayanan publik yang handal. Inilah tahapan-tahapan perencanaan. Koneksi tersistem, integreted tersistem. Barulah masuk ke dalam Smart City," pungkasnya. (BS03)