Beritasumut.com-Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Hasban Ritonga mengatakan Sumut harus siap menjadi tuan rumah Musabaqoh Tilawatil quran (MTQ) tingkat nasional mendatang. Dia mengharapkan dukungan dari Pemerintah Pusat, termasuk Pemkab dan Pemko untuk terlibat aktif menyukseskan kegiatan tersebut. Hal itu dikatakannya pada rapat panitia Persiapan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke 27 tahun 2018, Kamis (08/12/2016) di Gedung Bina Graha Jalan Diponegoro Medan. Hadir di acara tersebut Ketua MUI Kota Medan M Hatta, Kabag Agama Binsos Muhammad D dan Asisten Administrasi Umum dan Aset Jumsadi serta sejumlah panitia yang daerahnya digunakan untuk menyelenggaraan seperti Kota Medan, Binjai, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Langkat. Sebagai Ketua Umum MTQ Nasional, Hasban menjelaskan bahwa rapat ini merupakan tindaklanjut keputusan Menteri Agama RI nomor 463 tahun 2016 yang menetapkan Sumut menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke 27 tahun 2018. "Maka untuk mempelancar penyelenggaraan MTQ Nasional mulai dari Pemprovsu, Pemkab/Pemko yang daerahnya digunakan perlombaan juga stakeholder lainnya misalnya perbankan dan lainnya,” ujar Hasban. Hasban menjelaskan, rapat dimanfaatkan untuk mulai menyusun rencana, menyiapkan sarana dan prasana, koordinasi hingga pelaksanaan dan hasilnya akan dilaporkan kepada Gubernur Utara. Untuk biaya yang timbul, Hasban mengatakan akan dibebankan pada APBD tahun mendatang serta sumber-sumber dana lain yang tidak mengikat. Sementara, untuk peserta yang hadir diprediksi sekitar 10ribuan orang dari seluruh penjuru tanah air. Maka Hasban juga mengajak Dinas Pariwisata Sumut turut serta, sebab para peserta juga bisa menikmati objek wisata dan kuliner Sumut. "Momen ini tak hanya sebagai ibadah juga memperkenalkan Sumut kepada para peserta," paparnya. Hal senada juga dikatakan M Hatta bahwa pelaksanaan MTQ selain memiliki sasaran strategis untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Selain itu Hatta juga menjelaskan momen menumbuhkembangkan rasa cinta pada Al Quran. "Untuk cabang yang dilombakan sama seperti pelombaan tahun-tahun sebelumnya yakni cabang tilawatil Al Quran, Cabang Hafizh, Cabang Farn, Cabang Fahmil Alquran, Cabang Syarah, dan cabang Khas," tegasnya. (BS03)