Indonesia Miliki Modal Kuat untuk Selesaikan Konflik Rohingya

- Selasa, 29 November 2016 05:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112016/774_Indonesia-Miliki-Modal-Kuat-untuk-Selesaikan-Konflik-Rohingya.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini.
Beritasumut.com-Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menilai Indonesia memiliki modal yang kuat untuk memainkan peran internasional dalam mendorong resolusi serta terminasi (penghentian) kekerasan terhadap pembataian etnis Rohingya di utara Negara Bagian Raknine, Myanmar. 

 

Modal yang kuat tersebut adalah bahwa Indonesia memiliki keprihatinan bahkan gerakan kepedulian yang mendalam atas nilai kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia secara universial, sebagaimana tertuang dalam amanat Pembukaan Konstitusi, yaitu Melaksanakan Ketertiban Dunia berdasarkan Perdamaian Abadi dalam rangka membebaskan penduduk dunia dari penjajahan dan ketertindasan.

 

"Dengan modalitas tersebut Indonesia bisa memainkan peran kuat dalam mendorong resolusi dan terminasi kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar baik melalui saluran bilateral, regional Asean, maupun multilateral," jelas Jazuli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2016).

 

Oleh karena itu, Jazuli berharap Pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menangkap kepedulian rakyat Indonesia ini dan menindaklanjuti dengan langkah diplomasi kemanusiaan yang aktif dan solutif."Liputan media yang memberitakan kekerasan dan penyiksaan terhadap etnis Rohigya telah menjadi viral di sosial media dan menimbulkan keprihatinan bahkan gerakan kepedulian di kalangan rakyat Indonesia. Pemerintah dalam hal ini Kemenlu harus sigap menyikapinya dengan langkah diplomasi kemanusiaan yang aktif dan solutif," kata Anggota Komisi I DPR RI ini.

 

Jazuli menambahkan bahwa masyarakat Indonesia dapat menjadi contoh (role model) untuk hidup berdampingan dengan kaum minoritas. Sebab, masyarakat Indonesia secara damai saling menghormati dan menghargai kebhinnekaan. Tidak ada orang disiksa di Indonesia karena keyakinan dan statusnya sebagai minoritas.

 

"Indonesia bisa menjadi model bagi dunia, khususnya Myanmar, bagaimana membangun hubungan yang harmonis antara penduduk mayoritas dan minoritas," kata wakil rakyat sejak tahun 2004 ini.

 

Oleh karena itu, Jazuli mendesak siapa pun yang melanggar hukum, dari kelompok mana pun, harus ditindak dan diproses scara hukum. “Dan hal ini, yaitu hukum yang berkeadilan, menjadi kesadaran hukum dan tuntutan masyarakat Indonesia,” pungkas Jazuli.(Rel)

 


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Pemprov Sumut Pulangkan 141 Korban TPPO dari Myanmar

Politik & Pemerintahan

Pemko Medan Tertibkan PPKS

Politik & Pemerintahan

Piala AFF 2024, Indonesia Menang 1-0 Atas Myanmar

Politik & Pemerintahan

Pilkada Jakarta, PKS Resmi Usung Anies Bawesdan-Shohibul Iman

Politik & Pemerintahan

UPTD Pelayanan Sosial Anak Balita Medan Lepas 40 PPKS Periode 2023-2024

Politik & Pemerintahan

Pj Gubernur Rayakan HUT ke-76 Provinsi Sumut Bersama PPKS