Beritasumut.com-Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memaparkan visi dan misinya terkait transportasi publik di Rumah Lembang, Kamis (24/11/2016).Di hadapan ribuan pendukungnya, Basuki mengatakan akan membiayai transportasi publik di Jakarta dari skema subsidi silang setelah diberlakukannya Electronic Road Pricing (ERP) di sejumlah jalan dengan tingkat kemacetan parah. Transportasi publik terintegrasi yang Basuki maksud seperti Transjakarta, KRL, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT).Bahkan khusus warga DKI Jakarta dengan gaji UMP dan warga miskin, Basuki mempunyai prioritas bagi mereka. Semua trasportasi publik digratiskan asal menunjukkan bukti.“Kalau dihitung, keuntungan yang didapat DKI dari ERP bisa mencapai Rp 4-5 triliun per tahun. Itu akan saya gunakan untuk mensubsidi semua transportasi publik di Jakarta,” papar Basuki.Lebih jauh dia menjelaskan, dengan skema ini, pengguna mobil mewah di Jakarta yang tidak terhitung jumlahnya bisa membantu warga DKI yang kurang mampu. Prinsip ini ia gunakan agar keadilan sosial bisa terwujud dalam menciptakan transportasi publik di Jakarta yang murah untuk semua level ekonomi.Tidak hanya itu, subsidi transportasi publik sebenarnya dirasakan juga oleh warga disekitar Jakarta. Warga Bodetabek yang bekerja di Jakarta merasakan tiket satu harga jika naik Transjakarta dan KRL karena disubsidi Pemda DKI Jakarta.Terkait fasilitas Transjakarta, Basuki bersiap mendatangkan ratusan bahkan ribuan bus yang berstandar tinggi, seperti bus yang digunakan transportasi publik di Eropa. Ia sengaja memilih bus dengan standar yang tinggi karena ia mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna Transjakarta.“Jadi, Ibu-Bapak, saya sudah memulai belanja bus dengan standar tinggi dengan lantai yang bagus seperti yang anda jumpai di Eropa sana. Ke depannya bukan hanya bus gandeng dua, tapi akan saya datangkan bus gandeng tiga,” ungkapnya yang disambut riuh warga yang datang ke Rumah Lembang.Komitmen Basuki mewujudkan transportasi publik berkeadilan juga ia terapkan pada kesejahteraan para pengemudi Transjakarta. Untuk bus Transjakarta biasa, gaji pengemudinya dua kali UMP Jakarta. Sedang pengemudi bis gandeng, Basuki gaji 3,5 kali UMP. Selain menumbuhkan kesejahteraan para supir bus, tujuan penerapan gaji tinggi untuk para supir adalah supaya bekerja secara profesional guna menciptakan transportasi publik yang dicintai warga Jakarta.(rel)