Beritasumut.com-Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan program Tim Percepatan Keuangan Akses Daerah (TPKAD) berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR), asuransi nelayan serta Laku Pandai, OJK Kantor Regional 5 Sumatera Utara bekerjasama dengan Pemerintah Kota Sibolga melaksanakan sosialisasi terhadap Kepala SKPD Kota Sibolga, Perbankan, laku pandai, tokoh masyarakat dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Sibolga di Aula Kantor Wali Kota Sibolga, pertengahan pekan kemarin. kegiatan yang dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan Basar Sibarani, merupakan tindak lanjut atas adanya Radiogram Kementerian Dalam Negeri No. T-900/634/Keuda Tanggal 19 Februari 2016.Selain itu, sejalan dengan semangat pemerintahan Jokowi bahwa percepatan akses keuangan di daerah mutlak diperlukan seiring dengan untuk memperkuat ekonomi daerah dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) merupakan program OJK untuk penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank) dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi. Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemerintah Daerah Kusnadi Hutagalung mengatakan, bahwa TPKAD merupakan forum koordinasi antara instansi dan stake holder terkait untuk meningkatkan percepatan akses keuangan daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. "Kita berharap dari pelaksanaan kegiatan ini, agar masyarakat di Kota Sibolga khususnya bagi para pelaku UMKM dan pelaku industri lainnya mendapatkan informasi terkait karakteristik program KUR dan Laku Pandai yang dapat dijadikan sebagai sasaran untuk pengembangan usaha dan produksinya," ujar Kusnadi seperti dilansir dari laman resmi sibolgakota.go.id. Lebih lanjut Kusnadi menyampaikan, dalam kegiatan ini juga mensosialisasikan asuransi rangka kapal dan asuransi nelayan.“Tujuannya adalah agar nelayan ataupun pengusaha kelautan dan perikanan lainnya terinformasikan tentang adanya program asuransi yang diciptakan secara khusus bagi mereka yang dapat memberikan kepastian hukum yang lebih jelas ketika ingin mendapatkan pendanaan dari lembaga jasa keuangan, dikarenakan kapal telah diasuransikan serta untuk menjamin resiko-resiko yang tidak diinginkan yang dapat terjadi kepada nelayan sedang melaut atau menangkap ikan,” jelas Kusnadi. Sementara itu, Wali Kota Sibolga yang diwakili Basar Sibarani dalam sambutannya mengatakan, dalam rangka keberhasilan program KUR, asuransi nelayan serta Laku Pandai perlu diikuti dengan langkah-langkah lanjutan berupa pendampingan dalam rangka peningkatan kualitas SDM, pengembangan usaha kelompok serta perlunya evaluasi yang terus menerus dan secara periodik untuk penyempurnaan pelaksanaan program tersebut.“Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun program lainnya adalah sangat baik, tetapi kalau tidak diantisipasi, implemantasi di lapangan bisa tidak maksimal,” pungkas Basar.(BS02)