Beritasumut.com-Jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Pematangsiantar, hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) masih aman terkendali. Tidak ditemukan aktivitas warga masyarakat yang ingin mengganggu kondusifitas di Siantar."Tidak ada ribut, aman terkendali. Semuanya kondusif," ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, Selasa (15/11/2016) sore. Rina menjelaskan, Polda Sumut dan jajaran (Polres) terdekat telah mengerahkan kekuatan untuk fokus pengamanan Pilkada Siantar. Sejumlah pejabat utama Polda Sumut juga telah siaga di Kota Siantar untuk mengawasi pelaksanaan Pilkada agar berjalan aman dan lancar."Tidak ada rusuh, para pejabat utama di sini ke Siantar kok. Pak Kapolda (Sumut) juga besok ke sana," sebut Rina. Disinggung soal adanya dugaan jual beli C6 (bukan undangan untuk memilih, melainkan sebagai salah satu sarana sosialisasi kepada para pemilih), Rina mengaku mendengar informasi tersebut. Dia memastikan pihaknya sedang melakukan penyelidikan sebagai langkah antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Memang informasi itu ada kita dengar dan sekarang sedang kita telusuri. Kita akan tetap berupaya Pilkada ini berlangsung aman dan damai. Kita sudah lakukan langkah-langkah antisipasi (maksudnya kerusuhan)," jelasnya. Sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengerahkan sebanyak 410 personel guna pengamanan Pilkada kota Pematangsiantar selama 4 hari terhitung mulai tanggal 14 sampai 17 November 2016. Pergeseran pasukan (serpas) itu terdiri 180 Polda Sumut, Polres Simalungun 110 personel, Polres Tebingtinggi 20 personel, Polres Batubara 40 personel, Polres Sergai 30 personel dan Polres Tobasa 30 personel dan akan kembali pada 18 November. Sedangkan 62 Brimob dari Subden 2/B Pematangsiantar sebagai ton tindak digeser pada Senin (14/11/2016) November 2016 lalu.Rencananya, personel Brimob tersebut bertugas selama 13 hari terhitung mulai tanggal 14 sampai 26 November 2016 dan kembali tanggal 27 November 2016.(BS04)