Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Rapat Pimpinan Nasional I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Tahun 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (13/11/2016).Dalam sambutannya, Presiden mengatakan, sistem ketatanegaraan Indonesia menghargai, memberikan jaminan, menjamin masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan menyampaikan pendapat.“Kita juga menghargai adanya kebhinnekaan, kemajemukan karena memang bangsa kita adalah beragam, adalah majemuk,” ungkap Presiden, seperti dilansir setkab.go.id.Bahasa lokal kita, lanjut Presiden, ada 340 bahkan ada informasi sampai 646. Untuk suku, informasi terakhir ada 1.128. “Betul-betul beragam. Inilah anugerah yang diberikan Allah kepada kita untuk kita kelola secara baik,” ujar Presiden.Oleh sebab itu, Presiden sekaligus sebagai Kepala Negara, ingin agar persatuan, kebersamaan di antara kita ini betul-betul dijaga. “Kita bersama menjaga agar prinsip-prinsipyang ada di dalam Pancasila betul-betul tetap utuh,” tutur Presiden.Tidak IntervensiTerkait aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat di Jakarta, pada 4 November lalu, Presiden Jokowi mengaku sangat mengerti sekali bahwa niatnya baik. Namun Presiden kembali mengingatkan, bahwa proses hukum telah dilaksanakan, saksi-saksi sudah dipanggil, saksi ahli sudah dimintai pendapat.“Sudah berkali- kali saya sampaikan, saya tidak akan intervensi apapun terhadap proses hukum itu,” tegas Presiden.Presiden menyadari, begitu dirinya intervensi setiap hal apapun larinya pasti ke dirinya untuk ikut-ikutan. “Iya, pasti. Sehingga saya betul-betul menjaga itu. Dan proses hukum ini masih berjalan. Jadi, sabar. Sabar,” ujarnya.(BS01)