Beritasumut.com-Anggota DPRD Medan mempertanyakan sikap Dinas Perhubungan (Dishub) Medan yang dinilai tidak konsisten dalam melaksanakan program terkait parkir meter di Kota Medan. Padahal selama ini, Dishub Medan kerap melontarkan wacana program parkir meter yang diproyeksikan bisa menambah pendapatan bagi Pemerintah Kota Medan. "Saya ingin mempertanyakan kenapa program parkir meter dihapus pada 2016, padahal selama ini Dinas Perhubungan bersemangat dengan program ini dalam rangka meningkatkan PAD," ujar Anggota DPRD Medan HT Bahrumsyah SH, dalam rapat pembahasan P APBD TA 2016, di Ruang Rapat Paripurna, Selasa (25/10/2016). Bahrum mengatakan, jika program parkir meter menjadi prioritas sebaiknya program ini dilaksanakan."Kita ingin penjelasan ini," jelasnya. Senada dengan Bahrum, Anggota DPRD Medan lainnya, Boydo HK Panjaitan menilai alasan Kepala Dinas Perhubungan Renward Parapat tidak jelas, mengingat selama ini selalu bilang parkir meter bisa meningkatkan pendapatan."Katanya bisa meningkatkan PAD, tapi kok di hapus. Padahal selama ini bilang kalau tak dibuat begini tak naik pendapatan.Pogram ini mestinya dilaksanakan tahun ini, kemudian di 2017 program ini dimatangkan," jelasnya. Begitupun dengan Anggota DPRD Medan Beston Sinaga yang meminta program ini tidak dicoret."Saya minta program ini tidak dicoret," tegas Beston. Sementara itu, Ka Dishub Medan Renward Parapat mengatakan program parkir meter dengan nilai Rp.1,6 Miliar tidak dicoret hanya dirasionalisasi."Tidak dicoret, hanya dirasionalisasi. Program akan dilanjutkan pada 2017 mendatang," jelasnya. Diakuinya juga, kenapa program tersebut tidak dilaksanakan 2016 dikarenakan kemungkinan program tersebut tidak bisa maksimal diproses."Bayangkan saja, program itu kan tender, jadi tak mungkin dikakukan pada 2016 ini, makanya kita laksanakan di 2017 dengan prioritas inti kota," pungkasnya. (BS03)