Seskab: Kepercayaan Publik Luar Biasa

Herman - Kamis, 20 Oktober 2016 16:58 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/9015_.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Dalam dua tahun pertama, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) telah melakukan pembenahan di bidang peraturan perundang-undangan, terutama hal yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi. Hal ini terlihat dengan dikeluarkannya 13 paket kebijakan dalam dua tahun terakhir.Menurut Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, hasil yang dicapai dalam dua tahun pemerintahan Jokowi – JK ini adalah munculnya kepercayaan yang luar biasa dari masyarakat, sebagaimana terlihat dari dukungan warga terhadap pelaksanaan program pengampunan pajak (tax amnesty) tahap pertama pada 31 September lalu.“Sampai dengan program yang  pertama, sudah terkumpul  dana repatriasi kurang lebih Rp97 triliun. Sementara dana keseluruhan baik deklarasi, repatriasi dan sebagainya, hampir Rp3.600 triliun. Itu menunjukkan bahwa Pemerintahan  ini mendapatkan kepercayaan publik yang luar biasa,” kata Pramono dalam wawancara tentang 2 tahun Pemerintahan Jokowi – JK, di kantornya, Lantai 2, Gedung III Kemensetneg, akhir pekan lalu.Prestasi tersebut, menurut Seskab Pramono Anung, bisa dicapai karena Presiden memimpin secara langsung sosialisasi terhadap Program Tax Amnesty. Sementara Kementerian Keuangan di  bawah kepemimpinan Sri Mulyani  berjalan dengan baik, dan seluruh karyawan serta petugas pajak bekerja all out. Serta adanya trust atau kepercayaan dari publik yang sangat luar bisa.Sebelumnya, hasil survei yang dilakukan oleh Center for Strategic and Internatinal Studies (CSIS) yang dirilis pada 13 September 2016 lalu menunjukkan, kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi – JK mencapai 66,5 persen, atau meningkat dibanding Oktober 2015 sebesar 50,6 persen.Menanggapi hasil survei itu, Seskab Pramono Anung menegaskan bahwa survei CSIS itu menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu sudah on the right tracks.Konektivitas Antar PulauSelain fokus pada bidang ekonomi, menurut Seskab, Pemerintah juga fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur. Terlebih Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau dengan penyebaran luas. Sehingga konektivitas menjadi hal yang penting.“Dibangunlah bandara-bandara, pelabuhan-pelabuhan, kemudian juga jalan trans, baik itu ada di Papua, di Kalimantan, di Sulawesi, kemudian juga di Sumatera, seperti dilansir setkab.go.id, Kamis (20/10/2016).Semuanya itu untuk mendekatkan, supaya tidak terjadi perbedaan antara  Jawa dan luar Jawa,”tegas Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung.Menurut Seskab, pembangunan infrastruktur di Papua, membuahkan hasil dan berdampak pada penurunan harga BBM yang sangat drastis.“Dan juga tol laut, alhamdulillah juga bisa mulai menekan biaya logistik di laut, walaupun harga itu belum turun seperti yang diharapkan. Tetapi sudah mulai turun sekitar 20 persen,” tambah Mas Pram.Terkait keterbatasan budget untuk infrastruktur, dalam Sidang Kabinet yang terakhir, disampaikan Seskab, Presiden Joko Widodo telah meminta tambahan 100 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

NasDem Apresiasi Laporan Keuangan Jokowi-JK Tahun Anggaran 2016

Politik & Pemerintahan

Abdullah Alkadrie Apresiasi Program Infrastruktur Jokowi-JK

Politik & Pemerintahan

Presiden Jokowi: Saya Dulu 9 Tahun Ngontrak

Politik & Pemerintahan

Presiden Jokowi: Sejak Awal Pemerintah Jalankan Kebijakan Ekonomi Pancasila

Politik & Pemerintahan

NasDem: Mengkritik Pemerintah Jangan Gunakan Data Hiperbolik

Politik & Pemerintahan

Ketua Umum HIPMI Kritisi Pemerintahan Jokowi