60 Juta Sertifikat Tanah Belum Diselesaikan

Herman - Minggu, 16 Oktober 2016 16:34 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/5024_60-Juta-Sertifikat-Tanah-Belum-Diselesaikan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, Proyek Operasi Nasional (Prona) sudah berjalan selama 35 tahun tapi sampai sekarang belum selesai. Baru diselesaikan kurang lebih 44 persen, berarti masih kurang 56 persen, hampir separuh tanah di Indonesia masih belum memiliki sertifikat.“Jadi yang belum pegang sertifikat seperti ini masih 56 persen, kurang lebih 60-an juta sertifikat yang harus segera diselesaikan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang,” kata Presiden Jokowi saat menyerahkan 3.242 sertifikat tanah Pogram Strategis tahun 2016, di Lapangan Kota Barat, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (16/10/2016).Presiden mengaku sudah memerintahkan Menteri Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil agar menyelesaikan 5 juta sertifikat pada tahun depan, tahun depannya lagi (2018) 7 juta sertifikat; 2019 targetnya 9 juta sertifikat.Adapun terkait kekurangan 10.000 juru ukur, menurut Presiden, akan ditambah pemerintah. Jika melalui penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) terlalu lama, sekarang diputuskan tidak perlu PNS tetapi diberi sertifikat juru ukur.“Diuji, bisa langsung nanti membantu BPN nanti untuk mengukur tanah.Plus ditambah juru data, yang juga nantinya akan dibutuhkan kurang lebih 15 ribu orang. Sehingga ini juga akan membuka peluang lapangan kerja,” tutur Presiden.Tapi yang paling penting, lanjut Presiden, adalah sertifikat segera bisa diselesaikan di seluruh Indonesia, tidak hanya di Jawa Tengah saja.“Yang saya inginkan nanti setiap hari ada pembagian sertifikat tanah di semua kabupaten di seluruh Indonesia. Akan saya awasi sendiri,” ungkap Presiden, seperti dilansir setkab.go.id.Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh jajaran Kantor BPN yang sudah menyiapkan.“Sekarang kerja cepat, harus cepat. Dan saya ingatkan juga jangan sampai ada pungli. Kalau bayar tidak apa-apa tapi resmi. Kalau memang nanti sertifikatnya harus bayar Rp50 ribu ya harus bayar, tapi jangan harusnya gratis dipungut Rp200 ribu, misalnya. Hati-hati,” tegas Presiden.Presiden mengingatkan untuk berhati-hati mengenai pungli, tidak hanya urusan sertifikat, SIM, KTP, dan izin-izin, tetapi semuanya akan diawasinya. “Hati-hati. Saya sudah mengingatkan,” tegasnya.Presiden mempersilakan masyarakat yang sudah memiliki sertifikat untuk menggunakannya sebagai penambah modal atau untuk mencari pinjaman di bank. Tapi Presiden mengingatkan agar hati hati, peminjaman ke bank harus dikalkulasi dulu“Nanti pinjam, hutang, dipakai untuk beli mobil, beli kendaraan, nggak boleh. Kalau pinjem itu dipakai untuk hal-hal yang produktif, untuk menambah modal usaha, misalnya,” tutur Presiden.Untuk itu, Presiden Jokowi minta agar sertifikatnya dijaga dengan baik, diberi plastik, dan disimpan. “Saya juga ulangi lagi, jangan dijual kalau betu-betul tidak sangat diperlukan, apalagi dijual untuk hal yang konsumtif,” pungkasnya.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Polisi Tangkap Sebelas Orang Penyerang Warga di Selambo

Politik & Pemerintahan

Kasat Sat Pol PP Deli Serdang dilaporkan ke Polda Sumut, Kasus Pengerukan Gudang Milik Warga Kampung Kompak

Politik & Pemerintahan

Pj Gubsu: Rakor Penyelenggaraan Reforma Agraria, Momentum Rumuskan Langkah Srategis

Politik & Pemerintahan

Masih Dalam Proses Hukum, Sat Pol PP Bongkar Bangunan Warga Kampung Kompak, Desa Sampali

Politik & Pemerintahan

Polrestabes Medan Tangkap Dua Orang Pemuda Terlibat Penganiayaan Berat kepada Warga Kampung Kompak

Politik & Pemerintahan

Puluhan Preman Teror Emak-emak dan Pemuda di Kampung Kompak, Percut Sei Tuan