Beritasumut.com-Meskipun mengakui banyak kelemahan dan masalah sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Sumut, namun Gubernur Sumut Erry Nuradi memastikan tidak ada pergantian pejabat dalam tahun ini."Pas saya masuk masa jabatan pejabat BUMD belum berakhir. Saya rasa kalau saya ganti sebelum masa jabatannya berakhir kurang etis. Pada umumnya jabatan mereka berakhir 2017," ujar Erry, kepada wartawan, Rabu (05/10/2016).Meskipun demikian lanjut Erry, tidak menutup kemungkinan pergantian dilakukan jika ada ditemukan alasan kuat yang mengharuskan pejabat tersebut dicopot dari jabatannya."Kecuali ada alasan kuat sepeti persoalan kinerjanya dan ada teguran dari komisaris. Memang banyak kelemahan di BUMD itu, makanya saya sudah dorong, memperbaiki kinerjanya. Kalau perkara ganti pejabatnya tunggulah masa berakhirnya jabatan mereka," ujarnya.Sebelumnya, Sekretaris Eksekutif Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumut Rurita Ningrum mengatakan sebagai pemegang saham terbesar bahwa seharusnya Pemprovsu harus lebih aktif dalam memperhatikan kinerja dari BUMD yang ada.Bahkan, jika memang ada kedapatan BUMD yang memiliki program kerja yang tidak jelas, maka lebih baik BUMD tersebut dibubarkan saja. “Sebagai pemegang saham BUMD, sudah seharusnya Pemprov Sumut lebih inten dalam mengawasi kinerja dari BUMD yang ada. Dan jika ada kedapatan BUMD yang program kerjanya gak jelas, lebih baik BUMD itu dibubarkan saja,” ujar Rurita.(BS03)