Erry Ngacir, Takut Ditanya Soal ASN Pemprov Sumut Terlibat Narkoba

- Selasa, 27 September 2016 20:55 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092016/9338_Erry-Ngacir--Takut-Ditanya-Soal-ANS-Pemprov-Sumut-Terlibat-Narkoba.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Kantor Gubsu
Beritasumut.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) kembali kebobolan. Setelah sebelumnya, Kepala UPT Dinas Bina Marga di Simalungun, Habson Sauli ditahan aparat kepolisian karena tersangkut masalah narkoba. Kali ini dua PNS dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu ditahan oleh Polres Pelabuhan Belawan akibat kepemilikan sabu-sabu, Senin (26/09/2016) kemarin. 

 

Namun, hingga hari ini, Selasa (27/09/2016) Gubernur Sumut (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi selaku Pembina PNS, belum memberikan solusi. Gubsu memilih 'ngacir dulu' ketika dimintai keterangan terkait hal ini oleh wartawan. Sekitar pukul 13.00 WIB wartawan unit Pemprovsu mengetahui kalau orang nomor satu di Pemprovsu itu sedang berada di ruang dinasnya  untuk menerima audiensi investor dari Malaysia. Oleh karena itu, sulitnya menembus birokrasi di ruang dinas Gubsu, sehingga wartawan menunggu Erry untuk mengkonfirmasi terkait dua orang PNS BKD yang tertangkap aparat keamanan. Penungguan dilakukan di lantai dasar kantor Gubsu atau basement tepatnya di lift khusus Gubsu. Ketika itu mobil Gubsu juga masih terlihat berada tepat di samping lift tersebut.

 

Setelah menunggu hingga satu jam lebih, tiba-tiba sejumlah aparat satpol PP mendekati wartawan. Bahkan seorang aparat Satpol PP mengaku kalau Tengku Erry sudah mengetahui wartawan akan bertanya soal PNS yang tertangkap tersebut.  "Tadi bapak sudah tahu, kalau mau dikonfirmasi soal penangkapan dua oknum PNS itu," ujar seorang petugas Satpol PP yang melakukan pengamanan kepada wartawan.

 

Bahkan Satpol PP ini pun memberikan negosiasi kepada wartawan dan meminta tolong kalau Gubsu benar-benar tidak mau diwawancarai agar tidak dipaksa untuk diwawancarai. “Tolonglah ya, minta tolong ini kalau bapak mau diwawancarai tidak masalah. Tapi kalau tidak, tolonglah ya sama-sama mengerti kita,” ujarnya.

 

Selang beberapa menit kemudian, mobil Gubsu bergerak dan ternyata Tengku Erry tidak jadi turun melalui lift basement. Namun ngacir melalui pintu utama kantor Gubsu. Bahkan wartawan yang mengejar sempat bertemu dan melihat langsung Gubsu naik ke mobil dan hanya melihat wartawan dari atas mobilnya lalu pergi.

 

Diketahui sebelumnya, kedua oknum PNS BKD Provsu tersebut ditangkap bersama tiga orang lainnya, yang mana satu diantaranya ibu rumah tangga. Kedua oknum PNS tersebut diketahui bernama Syahril Ramadhan Pohan dan Hendi Kurniawan alias Endi. 

 

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari aparat kepolisian, dari kedua oknum PNS tersebut diamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,2 gram. Syahril ditangkap saat hendak pergi ke kantornya, sedangkan Hendy ditangkap di kawasan Jalan Raden Saleh Medan. Penangkapan kedua oknum PNS tersebut jelas mencoreng wajah Pemprovsu. Semakin miris, kelakuan dua oknum PNS tersebut terjadi di saat sedang digalakkannya perang terhadap narkoba. Parahnya lagi, kedua oknum PNS ini juga disebut-sebut sebagai pengedar barang haram tersebut. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Sekda Langkat Hadiri Malam Pisah Sambut Pj Gubernur Sumatera Utara

Politik & Pemerintahan

Akhirnya, Sumatera Utara Miliki Wakil Gubernur Juga

Politik & Pemerintahan

Erry Sesalkan Penundaan Pembahasan KUA-PPAS PAPBD 2016

Politik & Pemerintahan

Lamban Pilih Wakil, Erry Jangan Rugikan Pemerintah dan Masyarakat

Politik & Pemerintahan

Amplas Genjot Dengkul, Komunitas Pegawai Kecamatan Medan Amplas