Pemprov Sumut Didesak Bentuk Pansus Pertanahan

- Senin, 26 September 2016 16:34 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092016/2426_Pemprov-Sumut-Didesak-Bentuk-Pansus-Pertanahan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
FPR Sumut dan Komite Rakyat Bersatu unjuk rasa di depan kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Senin (26/09/2016)
Beritasumut.com-Peringatan 56 tahun Hari Tani Indonesia (HTI) 2016 di Sumatera Utara (Sumut) diwarnai aksi unjukrasa, Senin (26/09/2016). Ratusan massa dari dua elemen masyarakat di antaranya Front Perjuangan Rakyat (FPR) Sumut dan Komite Rakyat Bersatu berunjukrasa di depan kantor Gubernur Sumut (Gubsu) Jalan Diponegoro Medan.

 

Komite Rakyat Bersatu menuntut Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) segera membentuk pansus pertanahan yang melibatkan aktivis agraria, kelompok tani dan media sosial untuk mengontrol proses penyelesaian dan segera agendakan jadwal pembentukannya.

 

Komite Rakyat Bersatu juga menuntut Pemprovsu mendistribusikan segera tanah eks HGU PTPN II 5.873,06 hektar kepada rakyat, bukan kepada pemodal dan para cukong dan mafia tanah. "Segera tindaklanjut daftar nominatif eka HGU PTPN II seluas 5.873,06 hektar yang sudah diajukan kelompok tani kepada gubernur dan pemerintah pusat," kata Pimpinan Aksi Komite Rakyat Bersatu Suyono.

 

Selain itu, Komite Rakyat Bersatu juga meminta Pemprovsu segera melakukan pengukuran ulang terhadap seluruh perkebunan ataupun perusahaan yang bermasalah dengan rakyat. "Cabut dan batalkan HGU perkebunan yang berkonflik dengan rakyat, bubarkan seluruh perkebunan yang berkonflik dengan rakyat serta tarik militer yang menakutkan dari lahan konflik," teriaknya.

 

Sedangkan kelompok FPR Sumut menilai, pemerintahan Jokowi - JK terus mempromosikan berbagai skema liberalisasi pertanian. Melalui program CPO Fund (pungutan minyak sawit mentah), pemerintah merampas upah buruh perkebunan dan semena-mena mencuri pendapatan petani sawit skala kecil dengan memangkas langsung harga jual petani hingga USD 50/ton.

 

Hal ini disampaikan Koordinator FPR Sumut Ahmadsyach saat melakukan aksi unjukrasa di Kantor Gubsu, Senin (26/9) siang. Ratusan massa dari berbagai organisasi buruh, petani dan lainnya yang tergabung dalam FPR Sumut ikut menyampaikan aspirasinya di kantor Gubsu tersebut.

 

Menurut FPR Sumut, pemerintah juga menipu kaum tani dengan ilusi 'kedaulatan pangan dan pertanian berkelanjutan' melalui kerjasama pertanian berkelanjutan Indonesia, di bawah pengawasan kapitalisme monopoli melalui Bank Dunia, IFC dan dominasi perusahaan-perusahaan input dan output pertanian.

 

Mereka juga menilai, sederet kebijakan Jokowi terus mengintensifkan perampasan dan monopoli tanah kaum tani, nelayan, suku bangsa minoritas dan rakyat miskin lainnya di pedesaan. Dalam setiap kasus pembebasan lahan dari tangan kaum tani, selalui disertai dengan berbagai tindak kekerasan dan kriminalisasi terhadap kaum tani dan rakyat luas.

 

"Hentikan monopoli dan perampasan tanah serta wujudkan reforma agraria sejati dan bangun industri nasional. Hentikan intimidasi, teror, kekerasan dan kriminalisasi terhadap kaum tani dan seluruh rakyat," teriak Achmadsyach. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Politik & Pemerintahan

Arman Chandra Menerima IKAL Aceh untuk Memperkokoh Ketahanan Nasional

Politik & Pemerintahan

Kadin Sumut Jalin Kerja Sama dengan Kamar Dagang Belarus, Bidik Pasar Eropa Timur

Politik & Pemerintahan

PSMS vs PSPS Berakhir Imbang, Suporter Meraung di Stadion Utama Sumut

Politik & Pemerintahan

Badan Legislasi DPR RI Kunjungi Kadin Sumatera Utara Bahas Penyusunan RUU Kadin

Politik & Pemerintahan

Hari Pahlawan, PLN Dorong Guru SMK Jadi Pelopor Konversi Motor Listrik di Kota Medan

Politik & Pemerintahan

Astindo Travel Fair 2025 Digelar di Medan, Wadah Strategis Bagi Pelaku Usaha Pariwisata