Beritasumut.com-Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Johan Brien mengaku kecewa terhadap kinerja Pemprov Sumut, terutama BPPT Sumut yang dinilai tidak mendukung kebijakan dari pemerintah pusat untuk mempercepat proses perizinan terpadu. “Kita kecewa kenapa Pemprov Sumut malah tidak mendukung kebijakan dari pemerintah puast ini. kalau begini bagaimana Sumut bisa bersaing dengan daerah lain, kalau proses dan biaya pengurusan izin masih tinggi,” jelas Johan, Kamis (08/09/2016). Lambatnya penerapan PTSP ini lanjut Johan jelas akan menghambat masuknya investor ke Sumut, apalagi proses perizinan masih bertele-tele. “Kalau begini kami jadi enggan untuk mengundang investor datang ke Sumut, karena sebelumnya kita sudah menyampaikan janji Pemprov Sumut yang akan menjalankan Program Terpadu Satu Pintu (PTSP) September ini, ternyata janji ini hanya isapan jempol saja, harusnya kebijakan yang membangun Sumut itu haruslah diprioritaskan,” tegasnya. Johan juga mengatakan, kalau dalam penerapan PTSP ini terdapat kendala harusnya Pemprov Sumut maupun BPPT bisa mencari solusi, jangan malah didiamkan. Apalagi target penerapan ini sudah dilakukan di depan KOmisi Pemberantasan Korupsi(KPK).“Kalau ada kendala harusnya dicari solusi, bukan malah didiamkan. Atau jangan-jangan memang semua ini mau one man show, pimpinannya mau main sendiri sehingga anak buah takut. Sebab, bisa saja kendalanya di situ dan tidak ada pendelegasian ke bawah,” kritik Johan. Seperti diketahui, Pemprov Sumut sebelumnya menargetkan akan mewujudkan PTSP mulai triwulan ketiga 2016 atau pada bulan September ini. Namun, hingga sekarang program ini tak jelas meskipun KPK sudah memberikan pendampingan untuk perbaikan system birokrasi di Pemprov Sumut khususnya di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT). Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala BPPT Sumut, Bondaharo Siregar tak mampu menjawab. “Maaf lah ya, kami ini masih ada acara ini sampai malam,” ujar Bondaharo. Bahkan ketika disinggung soal tindaklanjut PTSP, lagi-lagi Bondaharo tak menjawab. “Maaf lah ya, nggak bisa ini masih acara saya,” ujarnya singkat.(BS03)