Talangi Penudaan DAU, Pemprov Sumut Andalkan Dana Silpa dan Sisa Tender Proyek

- Jumat, 26 Agustus 2016 16:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082016/9800_Talangi-Penudaan-DAU--Pemprov-Sumut-Andalkan-Dana-Silpa-dan-Sisa-Tender-Proyek.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Pemprov Sumut

Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi meyakini keuangan Pemprov Sumut tidak akan defisit meskipun pencairan Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp290.518.590.960 ditunda pembayarannya. Bahkan Erry sempat sesumbar kalau dirinya dapat mengatur keuangan Pemprov Sumut dengan pengalamannya menjadi Bupati selama delapan tahun."Jadi tidak perlu diragukan. Kalian kan tau saya sudah pengalaman jadi Bupati selama delapan tahun. Saya bisa manage ini," ujar Erry kepada wartawan di Kantor Gubsu Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (26/08/2016).Dikatakan Erry kondisi yang hampir sama juga terjadi pada tahun lalu dimana pencairan dana perimbangan Pemprov Sumut tidak sesuai dengan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) ."Kalau tidak salah saya Rp180 miliar tidak kita terima. Tapi untung PAD kita melebih target sehingga keuangan kita tidak defisit,"ujar Erry.Dalam kesempatan itu Erry juga mengingatkan DAU senilai Rp290 miliar lebih itu bukanlah pemotongan melainkan penundaan penyaluran karena kemungkinan kondisi keuangan negara saat ini defisit akibat tidak tercapainya target pajak. Dengan demikian jika kondisi keuangan negara kedepan semakin membaik tidak menutup kemungkinan pencairan DAU dapat dilakukan.  "Saya tegaskan lagi itu bukan dipotong tapi ditunda. Kalau memang keuangan negara mencukupi nanti bisa dibayar tahun ini, atau akhir tahun dibayar sebahagian atau dibayar tahun 2017,"terangnya.Kembali ditegaskan Erry dari sisi keuangan Pemprov Sumut saat ini dirinya menyakini kalau keuangan Pemprov Sumut tidak akan defisit meskipun hal terburuk pencairan DAU terjadi tahun depan. Hal ini dikarenakan Pemprov Sumut memiliki dana Sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) senilai Rp500 miliar dan juga sisa tender sekitar Rp160 miliar."Kita akan atur sebaiknya. Apalagi kita masih punya Silpa dan ada sisa tender yang jumlah cukup besar. Dua ini saja nilainya sudah Rp600 an miliar. Katakanlah tahun ini DAU itu tidak masuk, kita masih bisalah. Mudah-mudahan tidak defisit,"ujarnya. Saat disinggung apakah penundaan DAU ini akan menghambat pengerjaan sejumlah proyek di jajaran Pemprov Sumut termasuk juga pembayaran hutang ke daerah Erry enggan berkomentar banyak. Hanya saja untuk persoalan proyek Erry mengaku kalau saat ini seluruh proyek sudah ditender semua."Soal hutang kita lihat nantilah. Kalau proyek sudah tender semua. Proyek tetap jalan,"pungkasnya. (BS03) 


Tag:

Berita Terkait