Beritasumut.com-Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menyesalkan adanya Kasus jamaah haji Indonesia yang tertangkap oleh imigrasi Kerajaan Arab Saudi karena menggunakan paspor palsu dan lewat Filipina. Terungkapnya 177 WNI yang akan berangkat haji melalui Filipina merupakan puncak gunung es dari lemahnya pengelolaan haji di Indonesia. "Praktik seperti ini saya yakin bukan yang pertama kali, hanya saja baru terungkap. Ini tanda bahwa Kementrian Agama lemah dalam melakukan pengawasan," ujar Fitrah Bukhari selaku Sekretaris DPP IMM Bidang Taligh dan Kajian Keislaman dalam rilis yang dikirim ke beritasumut.com. Seperti diketahui bersama, Kementerian Agama selaku Operator, Regulator dan Supervisor pengelolala haji membuat Kemenag tidak fokus lagi dalam melayani jemaah haji karena fungsi yang sedemikian banyak."Harusnya pemerintah memberikan sosialisasi massif kepada umat Islam tentag pentingnya pergi haji dari jalur yang resmi. Jangan sampai ingin ibadah, tapi melakukan dengan cara-cara yang salah," tambah Mahasiswa Program Doktor Hukum UII Jogjakarta ini. Hal tersebut terjadi karena lamanya daftar tunggu jemaah haji. Seharusya Pemerintah Indonesia melakukan lobi dengan Kerajaan Arab Saudi. "Hal ini penting dilakukan, mengingat jemaah haji Indonesia merupakan jemaah haji terbanyak di dunia, harusnya pemerintah mampu menekan kerajaan arab saudi untuk memberikan kebijakan afirmatif bagi jemaah haji asal Indonesia," pungkas Fitrah. (BS02)