Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara, H T Erry Nuradi mengungkapkan kegembiraannya Presiden RI Joko Widodo langsung meresmikan pembangunan infrastruktur kelistrikan di Nias untuk mengatasi persoalan kelistrikan yang selama ini menghambat kemajuan Nias. “Ini sudah menjadi dambaan warga Nias.Mudah-mudahan pembangunan SUTT ini meningkatkan keandalan pasokan listrik di Nias. Harapan kita ke depannya tidak terjadi lagi pemadaman listrik di simi,” kata Gubsu saat mendampingi Presiden Jokowi saat peletakan batu pertama untuk Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 Kv Nias-Teluk Dalam di Idanoi, Sumatera Utara, Jumat (19/08/2016). Pembangunan SUTT dimaksudkan untuk peningkatan efisiensi penghantaran daya listrik, serta meningkatkan jumlah rumah tangga yang mendapat aliran listrik Pulau Nias. Saat ini, sistem kelistrikan Nias ditopang dari pembangkit Diesel di Gunung Sitoli dan Teluk Dalam dengan total daya mampu sebesar 33,15 MW, sementara itu untuk beban puncak di sistem Nias saat ini mencapai 24,02 MW. “Hadirnya SUTT 70 kV sangat penting bagi pelayanan listrik warga Nias, karena transmisi ini lebih handal jika dibandingkan dengan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kv. Artinya, listrik yang diterima warga akan lebih baik, serta bisa membuka peluang untuk pelanggan baru. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan ratio elektrifikasi di Pulau Nias,” sambung Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, dalam keterangan tertulisnya. Sofyan mengungkapkan, SUTT juga bermanfaat untuk meningkatkan penyaluran daya listrik sehingga listrik yang dihasilkan dari MPP di Idanoi dapat disalurkan hingga ke wilayah Teluk Dalam. Sebelumnya, penyaluran hanya untuk area Gunung Sitoli saja karena keterbatasan kemampuan jaringan. Selain melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan SUTT 70 kV, Presiden Joko Widodo beserta rombongan, juga melakukan kunjungan ke Mobile Power Plan ( MPP) Nias 1 x 25 MW. Kunjungan ini bermaksud untuk melihat progress pembangunan MPP yang sebelumnya telah di Ground Breaking Oleh Presiden pada 1 juni lalu. Untuk diketahui, saat ini progress keseluruhan untuk MPP Nias 1 x 25 MW telah mencapai 59 persen, dan diperkirakan akan beroperasi pada akhir oktober 2016. Selain akan menambah pasokan listrik hingga 25 MW, manfaat lain dari MPP yakni mengurangi pemakaian pembangkit listrik tenaga diesel yang artinya dapat mengefisienkan biaya pokok produksi listrik.“PLN juga sedang konsentrasi untuk melakukan percepatan mengejar target 35.000 MW, tentunya hal ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah, masyarakat, dan Stake Holder,” pungkas Sofyan.(BS03)